“Sejarah Maluku terlalu lama ditulis oleh orang lain. Sudah waktunya orang Maluku menulis sejarahnya sendiri.” Kalimat itu berulang kali diucapkan Erno Dominggus Pickee dalam
Lebak, Banten — Di Kampung Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak, Banten, lumbung-lumbung padi atau leuit masih berdiri kokoh. Di tempat itu, masyarakat adat menyimpan hasil panen, menjaga
Ambon, — Bedah buku Enrique Maluku yang digelar di Taman Budaya (Karpan) Ambon, Selasa (14/7/2026), menjadi ruang untuk mengangkat kembali jejak sejarah Enrique, tokoh
Ambon, – Ribuan warga Kota Ambon kembali memadati jalan-jalan utama setelah Tim Nasional Belanda memastikan langkahnya di Piala Dunia FIFA 2026. Lautan atribut serba
Amseterdam, – Pada Minggu, 21 Juni 2026, Rotterdam menjadi saksi sebuah peristiwa yang selama bertahun-tahun nyaris tak pernah terbayangkan. Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten,
Rotterdam — Pemerintah Belanda untuk pertama kalinya secara resmi mengakui perlakuan yang tidak adil terhadap sekitar 12.500 mantan tentara KNIL asal Maluku beserta keluarga mereka
Amsterdam — Tujuh puluh lima tahun setelah ribuan warga Maluku tiba di Belanda dengan status yang tidak pernah benar-benar mereka pilih, Pemerintah Belanda akhirnya menyampaikan
Maluku, – Pada sebuah halaman koran tua berbahasa Belanda yang mulai menguning dimakan usia, seorang perwira kolonial Belanda menuliskan keyakinannya tentang masa depan Republik
“Stop Merampas Hutan Adat Kami.” “Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 menyatakan hutan adat bukan hutan negara.” “Kembalikan batas Taman Nasional Manusela ke batas awal.”
Ambon, – Sejarah tentang Republik Maluku Selatan selama ini terlalu sering dipenjarakan dalam satu kalimat pendek: “gerakan separatis.” Negara membangun narasi tunggal bahwa RMS