Amsterdam — Tujuh puluh lima tahun setelah ribuan warga Maluku tiba di Belanda dengan status yang tidak pernah benar-benar mereka pilih, Pemerintah Belanda akhirnya
Jayapura, — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran sebuah ekskavator yang disebut berada di kawasan Jalan Seredala,
Jakarta, — Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) bersama sejumlah organisasi dan komunitas pers menerbitkan policy brief berjudul Dampak Perjanjian
Merauke, – Kemunculan Yasinta Moyuwen di Jakarta untuk menyatakan penolakan terhadap film dokumenter Pesta Babi dan dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua
Jakarta,— Amnesty International menuding militer dan otoritas negara di Indonesia menggunakan kampanye disinformasi terkoordinasi di media sosial untuk membungkam kritik publik. Dalam laporan terbaru
Intan Jaya, — Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM mengklaim serangan aparat keamanan Indonesia di sekitar Gereja Katolik Mbabogo, Paroki Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua
Maluku Tengah, — Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Maluku, Jumat (15/5/2026), diwarnai dengan aksi pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di dua lokasi berbeda
Jakarta, — Gelombang intimidasi terhadap pemutaran film dokumenter Pesta Babi memantik kekhawatiran serius atas arah demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia. Di tengah semangat
Ambon,- Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golongan Karya Kota Ambon yang semula dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/04/2026) resmi ditunda. Penundaan tersebut memunculkan dinamika
Ambon — Panglima Kodam XV/Pattimura, Dodi Triwinarto, menyatakan pengaruh narasi Republik Maluku Selatan (RMS) di wilayah Maluku kian melemah dan tidak lagi mendapat tempat