“Sejarah Maluku terlalu lama ditulis oleh orang lain. Sudah waktunya orang Maluku menulis sejarahnya sendiri.” Kalimat itu berulang kali diucapkan Erno Dominggus Pickee dalam
Yahukimo, – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian aksi bersenjata yang disebut terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan,
Intan Jaya, – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim empat warga sipil, termasuk seorang gembala, hilang setelah diduga dibawa oleh aparat militer
Jakarta, — Delapan pimpinan lembaga gereja tingkat nasional yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) menyerukan penghentian pendekatan keamanan yang bersifat militeristik di
Rotterdam — Pemerintah Belanda untuk pertama kalinya secara resmi mengakui perlakuan yang tidak adil terhadap sekitar 12.500 mantan tentara KNIL asal Maluku beserta keluarga mereka
Ambon – Pengamat ekonomi politik dan hubungan internasional, John T.E. Matulessy, BA, S.IP., MA, mengapresiasi langkah Universitas Pattimura (Unpatti) yang mulai menyiapkan fondasi akademik dalam menyambut
Jakarta, – Direktur Archipelago Solidarity Foundation, Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina, mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat Maluku untuk mengawal secara ketat pengelolaan hak Participating Interest (PI) 10 persen dari
Maluku, – Pada sebuah halaman koran tua berbahasa Belanda yang mulai menguning dimakan usia, seorang perwira kolonial Belanda menuliskan keyakinannya tentang masa depan Republik
“Stop Merampas Hutan Adat Kami.” “Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 menyatakan hutan adat bukan hutan negara.” “Kembalikan batas Taman Nasional Manusela ke batas awal.”
Merauke — Polemik seputar kemunculan Yasinta Moyuwen di Jakarta terus berkembang. Setelah sebelumnya keluarga mengaku kehilangan kontak dengan perempuan adat asal Kampung Wanam, Distrik