Ambon, — Sejumlah kawasan pesisir di Maluku berpotensi dilanda banjir pesisir atau rob dalam sepuluh hari ke depan. Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Ambon mengingatkan masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan muka air laut yang dipengaruhi dinamika astronomis.
Berdasarkan analisis data water level dan prediksi pasang surut, potensi banjir rob diperkirakan berlangsung pada 6–16 September 2026 dan dapat terjadi pada waktu yang berbeda di setiap wilayah.
Enam kawasan pesisir yang masuk dalam wilayah berpotensi terdampak yakni:
Pesisir Kota Ambon
Pesisir Maluku Tengah
Pesisir Seram Bagian Timur
Pesisir Kepulauan Kei
Pesisir Kepulauan Aru
Pesisir Kepulauan Tanimbar
Potensi kenaikan muka air laut tersebut berkaitan dengan dua fenomena astronomis, yakni fase Perigee pada 7 September 2026 dan fase Bulan Baru pada 11 September 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, mengatakan kombinasi dinamika astronomis tersebut dapat memengaruhi ketinggian muka air laut di perairan Maluku.
“Dinamika astronomis berupa perigee dan bulan baru ini memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan tinggi muka air laut di perairan Maluku. Kami meminta masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar pelabuhan dan bermukim di pesisir, untuk tetap waspada tanpa harus panik,” ujar Mujahidin kepada TitaStory, Minggu (6/9/2026).
Aktivitas Pelabuhan Berpotensi Terganggu
Menurut Mujahidin, dampak kenaikan muka air laut dapat dirasakan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir.
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan ekonomi, serta mobilitas warga di permukiman pesisir dan kawasan di atas air berpotensi terganggu apabila genangan rob terjadi.
“Aktivitas bongkar muat dan aktivitas ekonomi warga di pesisir bisa terganggu oleh genangan rob. Karena itu, antisipasi dini sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kerugian material maupun hambatan aktivitas publik,” katanya.
BMKG Maritim Ambon mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan pesisir dan pelaku aktivitas kelautan, untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim dan kondisi pasang surut.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan di kawasan pesisir selama periode potensi rob tersebut.
Penulis: Christin Pesiwarissa