Halmahera — Di kaki Pegunungan Boki Moruru, air jernih mengalir dari celah-celah batu kapur raksasa yang membentuk bentang alam Karst Sagea di Kecamatan Weda Utara, Halmahera
Jakarta, — Pasal 162 Undang-Undang Minerba kembali menjadi sorotan setelah digunakan dalam kasus pemanggilan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Jakarta — Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengecam pemanggilan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya, Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah, oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian
Halmahera Tengah, — Pegiat lingkungan sekaligus putra asli Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Masri Anwar, menegaskan bahwa aksi penolakan yang dilakukan warga Sagea-Kiya terhadap aktivitas pertambangan
Pemanggilan 14 warga Desa Sagea-Kiya oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara menjadi alarm serius bagi demokrasi lingkungan di daerah ini. Warga
Halmahera Tengah, — Perjuangan warga Desa Sagea dan Kiya, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, dalam menjaga ruang hidup dari ancaman kerusakan tambang nikel
Weda Utara, Halmahera Tengah, – Eskalasi penolakan terhadap aktivitas pertambangan di Halmahera Tengah kembali memuncak. Sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Save
Jakarta,– Yayasan Pantau resmi menganugerahkan Penghargaan Oktovianus Pogau 2026 kepada Christ Jacob Belseran, jurnalis investigasi asal Ambon, Maluku. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan
Ternate,— Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang diklaim tertinggi secara nasional sepanjang 2025 dinilai menyembunyikan krisis ekologis dan sosial yang kian dalam. Jaringan Advokasi Tambang
Halmahera Tengah, — Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Halmahera Tengah menggelar aksi protes menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Maluku Utara