Gempa M5,0 Guncang Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

by
19/02/2026
Caption: Peta guncangan gempa bumi hasil dirilis cepat oleh BMKG untuk menggambarkan tingkat kekuatan guncangan, Foto:BMKG

Ambon, — Gempabumi tektonik bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah Laut Banda, Kepulauan Aru, Maluku, pada Kamis, 19 Februari 2026, pukul 16.02 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Episenter gempabumi berada di koordinat 5,59° Lintang Selatan dan 133,78° Bujur Timur, atau sekitar 52 kilometer barat laut Kepulauan Aru, dengan kedalaman 43 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas deformasi kerak bumi di Zona Graben Ar, dengan mekanisme pergerakan sesar turun (normal fault).

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Rahmat Triyono, mengatakan pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak memicu gelombang laut berbahaya.

Caption: Gambar Ilustrasi gempa bumi, Foto: Web

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat Triyono, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurut peta guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan di wilayah Kepulauan Aru dengan intensitas III–IV MMI, yakni getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara di Aru Tengah, Aru Selatan, dan Aru Utara, intensitas tercatat III MMI, dengan getaran terasa seperti truk melintas.

Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan kerusakan akibat guncangan tersebut. BMKG juga mencatat belum terdeteksi adanya gempabumi susulan (aftershock) hingga beberapa jam setelah kejadian.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti pembaruan resmi melalui kanal komunikasi BMKG.

error: Content is protected !!