Puncak, Papua — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, menyatakan tujuh warga sipil ditangkap aparat militer Indonesia di Distrik Beoga Timur, Kabupaten Puncak, Papua, pada Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 10.25 WIT.
Dalam siaran pers yang diterima Kamis, 16 April 2026, Sebby menyebut penangkapan terjadi saat para warga tengah dalam perjalanan menuju pusat distrik untuk membeli kebutuhan pokok. Mereka berasal dari Kampung Kimurik dan Pupet.
Menurut keterangan TPNPB, tujuh warga yang disebutkan antara lain Tengkelam Murib, Kulimaju Kulla, Delminus Alom, Amiton Magai, dan Yuwena Alom, serta dua orang lainnya yang belum diidentifikasi. Mereka diklaim langsung dibawa ke pos militer setempat.

Sebby menyatakan para warga tersebut merupakan masyarakat sipil yang memiliki identitas resmi. Namun, kata dia, mereka diduga mengalami interogasi disertai kekerasan saat berada di pos militer dan hingga kini belum dibebaskan.
“Ketujuh warga sipil itu ditangkap, diinterogasi, dan disiksa di dalam pos militer dan sampai hari ini belum dibebaskan,” ujar Sebby dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, TPNPB juga mengklaim bahwa sejak Maret 2026, aparat militer kerap melakukan penangkapan terhadap warga sipil lain, termasuk pelajar dan guru, dengan tuduhan terlibat dalam kelompok bersenjata. Namun, menurut mereka, sebagian warga tersebut kemudian dilepaskan setelah beberapa hari.
Pernyataan ini belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Tentara Nasional Indonesia maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia terkait klaim tersebut.
Dalam pernyataannya, TPNPB juga mengimbau aparat militer untuk menghentikan penangkapan dan tindakan represif terhadap warga sipil di Papua.
Sementara itu, sejumlah pernyataan lain dalam siaran pers yang menyerukan tindakan kekerasan tidak dimuat dalam berita ini.
Catatan redaksi: laporan ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang dan sumber independen untuk memastikan kebenaran informasi di lapangan.


