Piru, Seram Barat — Minimnya fasilitas pendidikan di Desa Waraloin, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten SBB memaksa siswa membawa kursi dari rumah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut terlihat di salah satu ruang kelas di SD Inpres Uwen Pantai yang didokumentasikan pada Minggu (23/3/2026). Di dalam kelas, tidak tersedia kursi yang memadai sehingga siswa menggunakan kursi plastik milik pribadi dengan berbagai bentuk dan warna.
“Terpaksa bawa dari rumah, karena kursi di sekolah sudah banyak yang rusak dan tidak cukup,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Fasilitas Tidak Layak
Selain kekurangan kursi, sejumlah sarana belajar lainnya juga dalam kondisi memprihatinkan.
Papan tulis di ruang kelas terlihat rusak dan terkelupas di bagian bawah, sehingga menyulitkan guru dalam menyampaikan materi. Sementara itu, meja belajar yang tersedia tampak lapuk dan penuh coretan.
Kondisi bangunan kelas juga menunjukkan tanda-tanda kurangnya perawatan. Cat dinding yang kusam serta penataan buku yang tidak teratur semakin memperlihatkan terbatasnya perhatian terhadap fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi gambaran masih adanya kesenjangan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil, khususnya di Maluku.

Minimnya fasilitas dasar seperti kursi dan sarana belajar dinilai berpotensi menghambat proses pembelajaran serta menurunkan kenyamanan siswa dalam mengikuti kegiatan sekolah.
Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Dinas Pendidikan terkait, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Tanpa perbaikan sarana yang memadai, mereka khawatir kondisi ini akan berdampak pada semangat belajar siswa di tengah keterbatasan yang terus berlangsung.