Bula, Seram Timur — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, arus mudik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kabupaten Seram Bagian Timur mulai meningkat. Hingga H-9 Lebaran, Rabu (12/3/2026), lebih dari 600 pemudik tercatat keluar-masuk melalui Pelabuhan Sesar, Bula.
Ratusan pemudik tersebut berasal dari berbagai pulau di wilayah Seram Timur, seperti Kepulauan Gorom, Kesui, Watubela, dan Teor, yang hendak pulang kampung menggunakan transportasi laut.
Sejak pagi, para pemudik telah memadati area pelabuhan untuk menunggu kedatangan KM Fajar Indah II, salah satu kapal yang melayani rute antarpulau di wilayah tersebut.

Berebut Naik Kapal Demi Tempat Tidur
Suasana di pelabuhan sempat diwarnai antrean panjang ketika kapal mulai merapat. Bahkan sebelum kapal bersandar sempurna, sejumlah penumpang terlihat berusaha naik lebih dulu melalui lambung kapal.
Sebagian pemudik bahkan hampir terpeleset saat mencoba naik, karena ingin segera mendapatkan tempat di dalam kapal.
Para penumpang mengaku terpaksa berebut naik lebih awal demi mengamankan tempat tidur selama perjalanan laut yang cukup panjang.
“Kalau tidak begitu, bagaimana katong (kami) dapat tempat tidur? Ini puasa juga, kaka,” kata Sadam Tianotak, seorang pemudik asal Pulau Gorom, menggunakan dialek Ambon.
Menurut Sadam, perjalanan laut antarpulau bisa memakan waktu lama, sehingga mendapatkan tempat tidur menjadi kebutuhan penting selama perjalanan mudik.

Warga 3T Mudik Lebih Awal
Sadam menjelaskan bahwa sebagian masyarakat di wilayah Kepulauan Gorom biasanya memulai ibadah puasa lebih awal dua hingga tiga hari dibandingkan dengan penetapan pemerintah.
Hal itu membuat mereka memilih mudik lebih awal agar tidak kehabisan tiket kapal.
“Di Gorom biasanya puasa lebih awal dua sampai tiga hari. Sementara jadwal kapal ikut Lebaran yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.

Syahbandar Siapkan 11 Armada
Kepala Otoritas Kesyahbandaran Pelabuhan Bula, John Lee Arnold Pentury, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 11 armada kapal untuk melayani arus mudik Lebaran tahun ini.
Armada tersebut melayani rute antarpulau di wilayah Seram Timur hingga pelayaran antarpulau, termasuk menuju Papua.
Dua kapal swasta yang ikut beroperasi dalam arus mudik ini adalah KM Fajar Indah II dan KM Cantika Lestari, yang melayani rute pelayaran Seram–Ambon serta beberapa pulau di wilayah 3T.
“Kami mengimbau kepada para pemudik agar tetap menjaga keselamatan saat naik ke kapal. Semua pemudik pasti akan terangkut karena tersedia 11 armada yang siap beroperasi,” kata John Lee.
Menurut data Otoritas Pelabuhan Sesar, hingga H-9 Lebaran, tercatat lebih dari 600 penumpang telah melakukan perjalanan melalui pelabuhan tersebut, baik yang berangkat maupun yang tiba.
Pada hari yang sama, dua kapal yang beroperasi adalah KM Sabuk Nusantara 75 dan KM Fajar Indah II.
“Hari ini ada dua kapal yang beroperasi, yaitu KM Sabuk Nusantara 75 dan KM Fajar Indah II. Jumlah penumpang yang naik dan turun sudah mencapai lebih dari 600 orang,” ujar John Lee.
Puncak Arus Mudik Diprediksi 14–17 Maret
Otoritas pelabuhan memprediksi puncak arus mudik di Pelabuhan Sesar akan terjadi pada 14, 16, dan 17 Maret 2026.
Karena itu, pihak pelabuhan mengimbau masyarakat untuk tetap tertib dan mematuhi prosedur keselamatan saat menaiki kapal.
“Kami memastikan seluruh armada yang disiapkan dalam kondisi siap beroperasi untuk melayani para pemudik Lebaran tahun ini,” kata John Lee.
Dengan meningkatnya arus penumpang menuju pulau-pulau kecil di wilayah Seram Timur, Pelabuhan Sesar menjadi salah satu titik penting transportasi laut yang menghubungkan masyarakat di kawasan 3T dengan daerah lainnya menjelang perayaan Idul Fitri.