TPNPB Umumkan “Wilayah Perang” di Papua, Aktivitas Trans Papua Diminta Dihentikan

by
12/03/2026
Caption: Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)

Papua Barat— Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim secara resmi menetapkan sejumlah wilayah di Papua sebagai zona operasi perang. Kelompok tersebut juga menyerukan penutupan aktivitas di ruas Jalan Trans Papua, khususnya jalur yang menghubungkan Jayapura, Wamena, Nabire, hingga wilayah pegunungan tengah Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima media pada Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Sebby, keputusan tersebut merupakan hasil laporan dari Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Tabunibersama Komandan Operasi Umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

“TPNPB menetapkan wilayah operasi perang di sejumlah daerah di Papua dan meminta aktivitas transportasi di Jalan Trans Papua dihentikan sementara,” kata Sebby dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga menyerukan kepada sopir angkutan umum dan pengemudi kendaraan lainnya untuk menghentikan aktivitas di beberapa ruas jalan Trans Papua.

Kelompok tersebut menuding jalur transportasi tersebut sering digunakan untuk mendistribusikan logistik militer.

Sebby menyebut jalur yang dimaksud antara lain Jayapura–Wamena serta Nabire–Puncak, yang menurut mereka kerap menjadi jalur distribusi logistik aparat keamanan.

Caption: Botak Wanimbo, salah satu kombatan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah merampas satu pucuk senjata api jenis SS1 milik aparat militer Indonesia. Kredit foto: TPNPB-OPM

Tolikara Disebut Sebagai Wilayah Operasi

TPNPB juga menyatakan bahwa wilayah Tolikara telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi operasi mereka.

Sebby mengatakan operasi di wilayah tersebut akan dipimpin oleh Mayor Botak Wanimbo, yang disebut mendapat mandat langsung dari pimpinan TPNPB.

Kelompok tersebut mengklaim operasi militer mereka merupakan bagian dari perjuangan yang mereka sebut sebagai “perang pembebasan nasional” di Papua.

Caption: Pasukan Kombatan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di kawasan kaki Gunung Wabu, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Sumber Foto: Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB

Pernyataan Sikap

Dalam siaran persnya, TPNPB juga menyampaikan sejumlah pernyataan sikap kepada berbagai pihak di Papua, termasuk masyarakat sipil dan pejabat pemerintahan.

Pernyataan tersebut antara lain berisi larangan bagi warga untuk memberikan informasi kepada aparat keamanan yang melakukan operasi militer.

Selain itu, TPNPB juga menyampaikan peringatan kepada sejumlah pejabat pemerintah di Papua agar tidak terlibat dalam aktivitas yang mereka anggap mendukung pemerintah Indonesia.

TPNPB juga menuding aparat keamanan Indonesia menggunakan pesawat sipil untuk mengangkut pasukan dan logistik militer ke wilayah konflik di Papua.

Sebby Sambom menyebut dugaan tersebut terjadi di wilayah Tolikara.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun pemerintah Indonesia terkait tuduhan tersebut.

Konflik Bersenjata di Papua

Dalam beberapa tahun terakhir, konflik bersenjata antara aparat keamanan Indonesia dan kelompok bersenjata TPNPB terus terjadi di sejumlah wilayah Papua, khususnya di daerah pegunungan tengah.

Konflik tersebut kerap berdampak pada masyarakat sipil, termasuk pengungsian warga dari sejumlah kampung yang berada di sekitar wilayah operasi militer.

Pemerintah Indonesia sendiri menyatakan bahwa operasi keamanan di Papua dilakukan untuk menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari kelompok bersenjata.

Hingga kini, situasi keamanan di beberapa wilayah Papua masih menjadi perhatian berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

error: Content is protected !!