Seram Bagian Barat, — Sejumlah rumah warga Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, hangus terbakar setelah ketegangan antara warga Patahuwe dan Negeri Lisabata meningkat pada Jumat, 11 September 2026. Polisi mengerahkan 92 personel gabungan untuk memisahkan kedua kelompok dan mencegah konflik meluas.
Informasi yang diterima titastory.id menyebutkan, rangkaian peristiwa tersebut bermula dari kebakaran lahan di area kebun milik seorang warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel, sekitar pukul 14.00 WIT. Warga Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api.
Setelah warga Patahuwe kembali ke desanya, situasi berkembang menjadi ketegangan antara kedua pihak. Sekitar pukul 16.00 WIT, warga dari Patahuwe dan Lisabata sempat berkumpul dalam konsentrasi massa.
Unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Taniwel kemudian melakukan koordinasi untuk mencegah kedua kelompok saling berhadapan. Warga Negeri Lisabata selanjutnya kembali ke wilayahnya sehingga situasi sempat terkendali.
Namun, ketegangan kembali pecah sekitar pukul 18.55 WIT.
Dalam situasi tersebut, terjadi pembakaran sejumlah rumah warga Desa Patahuwe. Kejadian itu membuat aparat bergerak cepat untuk memisahkan kedua kelompok dan melokalisir titik konflik.

Personel Aparat Dikerahkan
Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Revindo Pradikta Rulando mengerahkan 92 personel gabungan ke wilayah Patahuwe dan Lisabata.
Mereka terdiri atas personel Polres SBB, Polsek Taniwel, Polsek Taniwel Timur, Brimob, dan Koramil Taniwel.
Personel gabungan melakukan penyekatan di sejumlah titik dan mengimbau warga dari kedua desa kembali ke wilayah masing-masing.
“Kami bersama unsur TNI dan pemerintah daerah langsung melakukan penyekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar kembali ke desa masing-masing.
Perkuatan personel Polres dan Brimob juga telah kami dorong ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi,” kata Revindo.
Menurut dia, pengerahan personel dilakukan untuk memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan mencegah terjadinya aksi susulan.
Selain pengamanan terbuka, aparat melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat dari kedua desa. Pendekatan tersebut dilakukan untuk meredam ketegangan sekaligus mencegah warga melakukan tindakan balasan.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan aparat bersama TNI dan pemerintah setempat bergerak setelah mengetahui adanya peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.
“Polri bersama TNI dan unsur pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat untuk melokalisir situasi. Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan dan berangsur-angsur kembali kondusif,” kata Rositah.
Ia mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas aparat. Karena itu, personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mencegah massa dari kedua desa kembali bertemu.

“Yang menjadi prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah eskalasi. Karena itu, personel ditempatkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan agar kedua kelompok tidak kembali bertemu,” ujarnya.
Rositah meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ataupun melakukan aksi balasan. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Situasi sudah kondusif. Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan serta menyerahkan penanganan kepada aparat. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Tokoh Masyarakat Diminta Redam Ketegangan
Kepolisian juga meminta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pemerintah desa dari kedua pihak ikut mengambil peran dalam meredam situasi.
Menurut Rositah, penyelesaian konflik tidak cukup hanya dilakukan melalui pengamanan aparat.
Komunikasi antara para pihak diperlukan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
“Persoalan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. Kami mengajak seluruh masyarakat Patahuwe dan Lisabata untuk menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat bersama pemerintah serta para tokoh masyarakat untuk mencari penyelesaian secara damai,” katanya.
Kapolres SBB juga kembali mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan provokatif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jangan melakukan tindakan provokatif maupun aksi balasan. Situasi sudah dapat kami kendalikan dan kami akan terus melakukan pengamanan serta komunikasi dengan seluruh pihak,” ujar Revindo.
Rumah Terbakar Masih Didata
Sementara itu, sejumlah rumah warga Patahuwe yang terbakar masih dalam proses pendataan. Aparat bersama pemerintah daerah melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan, termasuk memastikan kebutuhan warga yang terdampak.
Hingga Jumat malam, situasi di wilayah Patahuwe dan Lisabata dilaporkan berangsur kondusif. Namun personel gabungan masih disiagakan di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan.
Penyebab awal kebakaran lahan yang kemudian menjadi rangkaian ketegangan antarkelompok masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak yang terlibat. Begitu pula jumlah pasti rumah yang terbakar dan nilai kerugian masih menunggu hasil pendataan resmi.
Kepolisian mengimbau warga kedua desa menahan diri dan menyerahkan penanganan persoalan kepada aparat bersama pemerintah serta tokoh masyarakat agar konflik tidak kembali meluas.