Bendera RMS di Tower Aboru: Polisi Sebut Hoaks, Kodam XV/Pattimura Benarkan

by
16/08/2026
Tangkapan layar unggahan akun media sosial @Gerakan Muda Aboru yang menyoroti klaim mengenai sosok yang disebut menurunkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) dari tower setinggi sekitar 72 meter di Negeri Aboru, Maluku Tengah. Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut sosok yang menurunkan bendera bukan Welhelmina Rumra/Sinay, melainkan seorang laki-laki yang disebut diketahui oleh Welhelmina. Klaim tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut. Sumber: Tangkapan layar @Gerakan Muda Aboru.

Polresta Ambon menyatakan tidak menemukan bendera RMS saat mengecek tower di Aboru. Namun, Kapendam XV/Pattimura membenarkan adanya bendera tersebut. Sementara klaim seorang perempuan menurunkan bendera dari ketinggian 72 meter juga dipersoalkan.

Ambon, — Informasi mengenai berkibarnya bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di sebuah tower pemancar di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, berkembang menjadi polemik setelah aparat keamanan memberikan keterangan berbeda.

Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menyatakan tidak menemukan bendera RMS ketika personel melakukan pengecekan ke lokasi. Sebaliknya, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XV/Pattimura, Letkol Inf. Adi Swastika, membenarkan adanya pengibaran bendera tersebut.

Perbedaan keterangan itu muncul setelah informasi mengenai bendera RMS di tower setinggi sekitar 72 meter di kawasan pegunungan Negeri Aboru beredar pada Kamis (13/8/2026).

Dalam pemberitaan Terasmaluku.com, Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janete S. Luhukay, menyebut informasi pengibaran bendera RMS di tower tersebut tidak benar atau hoaks.

“Informasi terkait adanya bendera RMS yang dikibarkan di tower pemancar di Negeri Aboru itu tidak benar. Setelah mendapat informasi, personel kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan kebenarannya,” kata Janete, seperti dikutip Terasmaluku.com, Minggu (16/8/2026).

Polisi: Tidak Menemukan Bendera RMS

Menurut Janete, personel kepolisian bersama masyarakat mendatangi lokasi sekitar pukul 09.17 WIT pada Kamis (13/8/2026), setelah menerima informasi mengenai dugaan pengibaran bendera RMS.

Namun, hasil pengecekan di lokasi, kata dia, tidak menemukan bendera tersebut.

“Hasil pengecekan di lokasi tidak ditemukan adanya bendera RMS yang dikibarkan di tower tersebut. Jadi informasi yang beredar itu adalah hoaks,” tegasnya.

Janete juga membantah informasi yang menyebut seorang perempuan bernama Welhelmina Rumra/Sinay telah mendatangi lokasi dan memanjat tower setinggi sekitar 72 meter untuk menurunkan bendera.

Menurut dia, polisi justru bertemu Welhelmina bersama saudaranya, Jhon Saiya, dalam perjalanan menuju tower.

“Yang bersangkutan kami temui dalam perjalanan menuju lokasi bersama saudaranya. Jadi, informasi bahwa Ibu Welhelmina Rumra Sinay sudah datang ke lokasi, memanjat tower dan menurunkan bendera, itu juga tidak benar,” ujarnya.

Polresta kemudian mengimbau masyarakat dan media agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berkaitan dengan situasi keamanan dan sosial di Maluku.

Namun, keterangan kepolisian tersebut berbeda dengan pernyataan Kepala Penerangan Kodam XV/Pattimura, Letkol Inf. Adi Swastika.

Kepada Terasmaluku.com, Adi membenarkan adanya bendera RMS yang berkibar di atas tower di Negeri Aboru pada Kamis (13/8/2026).

“Iya ini benar (ada bendera) mas,” kata Adi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (16/8/2026).

Namun, Kapendam belum menjelaskan secara rinci mengenai kronologi pengibaran bendera tersebut, termasuk siapa yang memasang dan kapan bendera itu ditemukan atau diturunkan.

Perbedaan keterangan antara kepolisian dan Kodam tersebut membuat informasi mengenai peristiwa di tower Aboru belum sepenuhnya terang.

Klaim Welhelmina Menurunkan Bendera Dipersoalkan

Sebelumnya, beredar narasi di media sosial bahwa Welhelmina Rumra/Sinay merupakan perempuan yang mendatangi tower dan menurunkan bendera RMS dari ketinggian sekitar 72 meter.

Narasi tersebut kemudian mendapat sorotan dari akun media sosial Gerakan Muda Aboru.

Dalam unggahannya, akun tersebut meminta Welhelmina memberikan klarifikasi mengenai kronologi sebenarnya. Mereka menyebut sosok yang menurunkan bendera dari tower bukan Welhelmina, melainkan seorang laki-laki yang disebut diketahui oleh Welhelmina.

Namun, informasi tersebut juga belum disertai keterangan independen yang dapat memastikan siapa sebenarnya yang menaiki tower dan menurunkan bendera.

Sementara itu, pemberitaan awal Terasmaluku.com memang memuat versi bahwa Welhelmina berinisiatif mendatangi tower dan menurunkan bendera tersebut. Dalam berita berikutnya, Polresta Ambon membantah versi tersebut.

Dengan demikian, terdapat setidaknya tiga versi informasi yang berkembang: narasi awal mengenai Welhelmina sebagai orang yang menurunkan bendera, bantahan Polresta yang menyebut informasi tersebut hoaks, serta keterangan Kapendam yang membenarkan adanya bendera RMS di tower.

Kronologi Masih Perlu Dipastikan

Perbedaan informasi tersebut membuat kronologi peristiwa di Tower Aboru masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Beberapa pertanyaan penting belum terjawab: apakah bendera benar-benar dikibarkan di tower, siapa yang memasangnya, siapa yang menurunkannya, kapan bendera tersebut diturunkan, dan apakah ada dokumentasi atau saksi yang dapat menguatkan kronologi tersebut.

Klarifikasi dari Pemerintah Negeri Aboru, masyarakat yang berada di lokasi, aparat kepolisian, TNI, serta Welhelmina Rumra/Sinay menjadi penting untuk mendapatkan gambaran yang utuh.

Apalagi, peristiwa tersebut terjadi di tengah persiapan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan kedatangan sekitar 200 personel TNI untuk pengamanan di wilayah tersebut.

Karena berkaitan dengan simbol RMS, informasi mengenai peristiwa ini juga memiliki sensitivitas sosial dan keamanan. Karena itu, setiap klaim perlu diverifikasi secara ketat agar pemberitaan tidak memperbesar informasi yang belum terbukti.

Untuk saat ini, yang dapat dipastikan dari sumber yang tersedia adalah adanya perbedaan keterangan antara Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dengan Kodam XV/Pattimura mengenai keberadaan bendera RMS di tower Aboru.

Sementara siapa yang memasang dan menurunkan bendera tersebut masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.

error: Content is protected !!