15 Anak di Leitimur Selatan Masih Alami Stunting, Camat Dorong Penguatan Posyandu

16/04/2026
Caption: "Momen pelantikan Tim Pembina Posyandu Negeri Hatalai, Foto: Ed/titastory.id

Ambon, — Sebanyak 15 anak di Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel), Kota Ambon, dilaporkan masih mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.

Data tersebut disampaikan Camat Leitimur Selatan, Ivan Erick Pattinama, saat pelantikan Tim Pembina Posyandu Negeri Hatalai, Selasa, 14 April 2026.

“Pencegahan stunting perlu ditingkatkan. Kita tidak boleh lengah dalam memantau tumbuh kembang anak-anak,” kata Pattinama dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan indikator masalah gizi kronis yang terjadi terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase krusial bagi perkembangan anak.

Caption: Kepala Kecamatan Letisel saat memberikan sambutan, Foto: Ed/titastory.id

Menurut Pattinama, sejumlah faktor utama yang memicu stunting di lapangan antara lain keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, khususnya protein hewani, kurangnya pemahaman tentang pola asuh yang tepat seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI (MPASI), serta persoalan sanitasi dan akses air bersih yang memicu infeksi berulang.

Kondisi tersebut, kata dia, berdampak pada terganggunya penyerapan nutrisi anak. Meski dampak stunting pada anak di atas dua tahun sulit dipulihkan sepenuhnya, intervensi tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Pattinama berharap pelantikan Tim Pembina Posyandu di Negeri Hatalai dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting secara sistematis di tingkat komunitas.

Ia menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai garda terdepan, melalui langkah-langkah seperti pemberian makanan tambahan (PMT) tinggi protein, pemenuhan imunisasi dasar, serta edukasi berkelanjutan bagi ibu hamil.

“Dengan deteksi dini dan intervensi yang tepat, kita bisa menekan angka stunting dan menuju target nol stunting di Leitimur Selatan,” ujar Pattinama.

 

error: Content is protected !!