Basarnas Hentikan Pencarian Penumpang KM Sangian di Perairan SBT

by
06/02/2026
Keterangan gambar: Penjelasan Tim Basarnas terkait dihentikannya Operasi SAR sepekan, Foto: Ist

Ambon — Basarnas Ambon resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Suhari Usman (40), penumpang KM Sangian yang dilaporkan jatuh ke laut di perairan Pulau Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Operasi dihentikan setelah pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan seluruh upaya telah dilakukan sejak operasi dimulai pada 30 Januari 2026 hingga Kamis, 5 Februari 2026. “Area pencarian sudah diperluas dan seluruh sumber daya kami optimalkan, namun korban belum ditemukan,” kata Arafah dalam keterangan tertulis.

Arafah menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan setelah evaluasi bersama unsur SAR gabungan dan pihak keluarga. Menurut dia, keluarga korban telah memahami prosedur dan mengikhlaskan penutupan operasi pada hari ketujuh. Seluruh personel SAR kemudian ditarik kembali ke satuan masing-masing.

Keterangan gambar: Saat Tim SAR melakukan pencarian korban di Perairan SBT, Foto: Basarnas

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 29 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT, saat KM Sangian berlayar dari Fakfak, Papua Barat, menuju Pulau Geser. Selama operasi, tim gabungan menghadapi cuaca kurang bersahabat dengan kecepatan angin hingga 22 knot dan tinggi gelombang rata-rata 1,25 meter.

Meski operasi resmi dihentikan, Basarnas mengimbau kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Pulau Geser agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban.

Penulis: Christin Pesiwarissa
error: Content is protected !!