Dekai, Papua Pegunungan, — Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) menyatakan menerima laporan adanya insiden kekerasan di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Sabtu (31/1/2026). Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers resmi yang diklaim bersumber dari Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut laporan itu diterima dari Panglima Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, yang menyatakan bahwa pasukan di bawah komando Batalyon Kanibal melakukan aksi penyerangan di dalam Kota Dekai pada siang hari.
Menurut klaim TPNPB, insiden tersebut mengakibatkan satu orang yang mereka sebut sebagai agen intelijen militer Indonesia meninggal dunia, serta satu unit kendaraan mengalami kerusakan akibat tembakan. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh media.
Dalam pernyataan yang sama, TPNPB menyatakan bertanggung jawab atas insiden yang mereka klaim terjadi tersebut. Mereka juga menyampaikan seruan agar aparat keamanan tidak melakukan tindakan balasan yang berdampak pada warga sipil.
TPNPB turut menyampaikan imbauan agar warga non-lokal atau pendatang Indonesia menjauh dari wilayah yang mereka sebut sebagai area konflik bersenjata di Yahukimo. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai imbauan sepihak dari TPNPB dan tidak disertai rujukan pada keputusan otoritas negara atau lembaga kemanusiaan internasional.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyatakan imbauan tersebut, menurut mereka, ditujukan untuk menghindari jatuhnya korban sipil di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung antara TPNPB dan aparat keamanan Indonesia. Mereka mengaitkan seruan itu dengan klaim penerapan hukum humaniter internasional versi mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan lainnyaterkait klaim serangan maupun pernyataan TPNPB tersebut. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak berwenang guna memperoleh keterangan pembanding.