Ambon,-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Maluku dalam periode 15 hingga 25 April 2026.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya kombinasi fenomena alam yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut secara signifikan.
Peringatan ini dipicu oleh dua fenomena astronomi yang terjadi dalam waktu berdekatan, yakni fase Bulan Baru pada 17 April dan fenomena Perigee pada 19 April 2026, di mana posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi.

Kombinasi kedua peristiwa ini diketahui mampu memperkuat gaya gravitasi yang memengaruhi pasang surut air laut, sehingga berpotensi menyebabkan pasang maksimum yang lebih tinggi dari biasanya.
Berdasarkan hasil pemantauan data ketinggian muka air laut (water level) serta prediksi pasang surut, BMKG mengidentifikasi sedikitnya enam wilayah pesisir di Maluku yang berpotensi terdampak cukup signifikan. Wilayah tersebut meliputi pesisir Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, kawasan Kepulauan Kei, Kepulauan Aru, serta Kepulauan Tanimbar.
Kepala Stasiun BMKG Maritim Ambon, Mujahidin, menjelaskan bahwa meskipun fenomena ini terjadi dalam rentang waktu yang sama, puncak pasang maksimum di tiap wilayah tidak akan berlangsung secara bersamaan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan karakteristik geografis dan dinamika perairan di masing-masing daerah. “Potensi banjir rob ini dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat pesisir, terutama di kawasan pelabuhan. Kegiatan bongkar muat barang, transportasi laut, hingga mobilitas warga di sekitar garis pantai berpotensi terganggu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan air laut. Warga diimbau untuk mengamankan barang-barang berharga, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta mengantisipasi kemungkinan naiknya air laut ke permukiman.
Selain itu, para pelaku usaha jasa maritim, nelayan, dan operator transportasi laut diminta untuk lebih cermat dalam memperhatikan jadwal pasang surut sebelum melakukan aktivitas di laut maupun di pelabuhan. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari potensi kerugian material maupun risiko keselamatan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi, baik melalui situs web maupun media sosial Stasiun Maritim Ambon. Informasi yang diperbarui secara berkala diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam mengambil langkah antisipasi selama periode rawan tersebut.
Dengan kewaspadaan dan kesiapan bersama, dampak banjir rob di wilayah pesisir Maluku diharapkan dapat diminimalisir, sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan aman hingga berakhirnya periode potensi pada 25 April mendatang.
Berikut adalah usulan tagar (hashtag) yang relevan dan strategis untuk mengawal isu banjir rob di wilayah Maluku, disusun berdasarkan kategori agar mudah disesuaikan dengan platform media sosial:
Penulis: Christin Pesiwarissa