TPNPB Klaim Bakar Ekskavator di Yahukimo, Sebut Aksi sebagai Bagian dari Operasi Bersenjata

by
23/06/2026
Caption: Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)

Jayapura, — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran sebuah ekskavator yang disebut berada di kawasan Jalan Seredala, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan aksi tersebut dilakukan oleh personel TPNPB Kodap XVI Yahukimo melalui Batalion Yallenang dalam sebuah operasi yang diklaim berlangsung pada pertengahan Juni 2026.

“Kami menerima laporan resmi dari Komandan Operasi TPNPB Batalion Yallenang bahwa mereka telah melakukan pembakaran terhadap ekskavator yang disebut digunakan aparat militer Indonesia di Yahukimo,” kata Sebby dalam siaran pers yang diterima, Jumat (19/6/2026).

Caption: Gambar sebuahekskavator yang dibakar di kawasan Jalan Seredala, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Foto: Ist

Menurut Sebby, aksi tersebut dilakukan atas perintah jajaran pimpinan TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Brigjen Elkius Kobak bersama sejumlah komandan lapangan lainnya.

TPNPB menyebut pembakaran alat berat itu sebagai bagian dari operasi yang mereka lakukan di wilayah Yahukimo. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut juga menegaskan akan terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap kehadiran aparat keamanan Indonesia di Papua.

Penambahan Pasukan di Papua

Dalam siaran pers yang sama, TPNPB menyoroti penempatan personel militer di sejumlah wilayah Papua yang menurut mereka berkaitan dengan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini dan operasi keamanan di daerah konflik.

Sebby menyatakan TPNPB memandang peningkatan kehadiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Papua sebagai bagian dari dinamika konflik yang selama ini berlangsung.

Ia juga kembali menyampaikan kritik terhadap kebijakan keamanan pemerintah pusat di Papua serta menuntut pertanggungjawaban atas berbagai insiden yang menurut mereka melibatkan warga sipil.

Kabupaten Yahukimo dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu wilayah yang kerap mengalami eskalasi konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok yang berafiliasi dengan TPNPB.

Sejumlah insiden penyerangan, kontak tembak, pembakaran fasilitas, hingga pengungsian warga sipil pernah terjadi di wilayah tersebut. Kondisi geografis yang sulit dijangkau dan keterbatasan akses informasi sering kali menyulitkan proses verifikasi independen terhadap klaim yang disampaikan masing-masing pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari TNI maupun aparat keamanan terkait klaim pembakaran ekskavator yang disampaikan TPNPB tersebut.

Karena itu, informasi mengenai insiden tersebut masih memerlukan konfirmasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang serta sumber independen yang memiliki akses ke lokasi kejadian.

Konflik bersenjata yang berlangsung di sejumlah wilayah Papua terus menjadi perhatian berbagai pihak karena dampaknya terhadap keamanan masyarakat sipil, pembangunan daerah, serta situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.

error: Content is protected !!