Ambon, — Upaya pencarian terhadap Aply Siolimbona (74), warga Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang terjatuh dari longboat, berakhir pada Sabtu sore setelah tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Sole.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.45 WIT pada koordinat 3°10.299’ LS dan 127°47.229’ BT, atau sekitar 7,79 nautical mile dari titik awal korban dilaporkan jatuh ke laut.
“Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam operasi pencarian hari terakhir,” kata Arafah dalam keterangan tertulis.

Operasi Pencarian
Pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIT dengan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran laut hingga radius sekitar 16,38 nautical mile, sementara SRU kedua melibatkan sejumlah longboat milik masyarakat yang menyisir area lain sejauh kurang lebih 9,51 nautical mile.
Selama operasi, tim menghadapi kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin mencapai 22 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.
Evakuasi dan Penutupan Operasi
Setelah menerima laporan penemuan, tim SAR segera menuju lokasi untuk mengevakuasi jenazah. Korban kemudian dibawa ke Dusun Tapinalu dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup,” ujar Arafah.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Ambon, Polairud Polres SBB, Polsek Huamual, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat. Tim juga menggunakan peralatan pendukung seperti AquaEye dan alat selam untuk memperluas jangkauan pencarian.