Maluku Tenggara, — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh penumpang longboat yang mengalami mati mesin di perairan Pulau Tayando, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (22/2/2026). Seluruh penumpang ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing di laut selama beberapa jam di tengah cuaca buruk.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKS) Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan operasi pencarian dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan kecelakaan laut. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Rescuer Pos SAR Tual, Polair, Bakamla, dan Satpol PP Kota Tual dikerahkan menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Pos SAR Tual, dibantu dua unit longboat nelayan setempat.
“Korban berhasil ditemukan pada pukul 06.00 WIT di koordinat 5°18’50.15″ LS dan 132°11’2.92″ BT, sekitar tujuh mil laut ke arah utara dari titik awal kejadian,” ujar Arafah dalam keterangan tertulisnya.

Proses pencarian dan evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Hujan sedang mengguyur wilayah pencarian dengan jarak pandang terbatas. Kecepatan angin barat laut tercatat mencapai 23 knot, sementara tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Selain faktor cuaca, tim SAR juga menghadapi kendala komunikasi akibat minimnya jaringan di lokasi kejadian.
Ketujuh penumpang akhirnya tiba di Dermaga Desa Tayando pada pukul 08.32 WIT dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Mereka yang berhasil dievakuasi masing-masing bernama Guai Retop, Gunawan Sermaf, Rian Retop, Jeklin Retop, Rustam, Andri Sermaf, dan Riski Sermaf.
Dengan seluruh korban ditemukan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. “Seluruh unsur yang terlibat kami kembalikan ke satuannya masing-masing. Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak,” kata Arafah.
Penulis: Christin Pesiwarissa