Nelayan Tanimbar ditemukan meninggal setelah hilang saat menyelam di perairan Desa Lornwembun.

by
27/07/2026
Tim Basarnas bersama unsur SAR gabungan mengevakuasi seorang nelayan menuju lokasi yang aman usai operasi penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung dengan pengawalan aparat dan disaksikan warga setempat. Foto: Basarnas Ambon
Korban yang hilang saat memanah ikan ditemukan pada hari kedua pencarian dan langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Alusi Kelaan.

Saumlaki, – Tim SAR Gabungan menemukan Yohanis Malirafin (40), nelayan asal Desa Alusi Kelaan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Minggu (26/7/2026). Korban ditemukan sekitar 150 meter dari lokasi awal ia dilaporkan hilang saat memanah ikan di perairan Desa Lornwembun.

Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT. Setelah dievakuasi, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

“Korban berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan pada pencarian hari kedua sekitar pukul 13.00 WIT, berjarak sekitar 150 meter dari titik awal dilaporkan hilang. Selanjutnya korban dievakuasi ke kediamannya di Desa Alusi Kelaan untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Wahyunan, Minggu (26/7/2026).

Tim SAR Setelah melakukan proses evakuasi, korban pun diserahkan ke Keluarga Korban, Foto: Basarnas Ambon

Hilang Saat Memanah Ikan

Berdasarkan informasi yang diterima Titastory.id, peristiwa itu bermula ketika korban bersama tiga rekannya berangkat dari Desa Alusi Kelaan menuju perairan Desa Lornwembun pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 00.40 WIT untuk menyelam dan memanah ikan.

Namun, hingga sekitar pukul 05.00 WIT, hanya tiga orang yang kembali ke pantai. Korban tidak kunjung muncul ke permukaan.

Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi tidak berhasil menemukannya. Laporan kemudian diteruskan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada Pos SAR Saumlaki pada pukul 14.55 WIT, sehingga operasi pencarian segera dilakukan.

Cuaca Buruk Hambat Pencarian

Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan personel dari Pos SAR Saumlaki, Polairud Polda Maluku, Polres Kepulauan Tanimbar, BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, serta dibantu masyarakat setempat.

Tim menggunakan berbagai sarana, antara lain Rescue Car, Rubber Boat, dan longboat milik warga untuk menyisir lokasi pencarian.

Operasi berlangsung di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan ringan, angin dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 31 knot, serta gelombang laut setinggi sekitar 2,5 meter menjadi tantangan bagi tim selama proses pencarian.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan.

“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing,” ujar Wahyunan.

Penulis: Christin Pesiwarissa
error: Content is protected !!