Ambon, —Upaya mengatasi persoalan sampah plastik di Kota Ambon perlu menunjukkan pendekatan baru. Limbah plastik yang selama ini mencemari pesisir dan perairan Teluk Ambon kini diolah menjadi paving block untuk kebutuhan infrastruktur lokal.
Inisiatif ini diutarakan Yayasan Wai Ihu sebagai bagian dari solusi berbasis komunitas dalam menekan volume sampah sekaligus menyediakan material konstruksi alternatif.
Ketua Yayasan Wai Ihu, Lise Yian Sui de Fretes, mengatakan pengolahan sampah plastik menjadi bahan bangunan merupakan respons terhadap persoalan lingkungan yang kian kompleks, terutama di wilayah kepulauan.
“Plastik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan kini bisa diubah menjadi material yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya kepada Titastory.id.

Tahan Air Laut dan Cuaca Ekstrem
Proses produksi dilakukan dengan mengumpulkan, membersihkan, dan melelehkan plastik, kemudian mencampurnya dengan material pendukung hingga membentuk blok padat.
Secara teknis, paving block berbahan plastik dinilai memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan beton konvensional, terutama di wilayah pesisir.
Material ini tidak mudah retak akibat kelembapan tinggi dan lebih tahan terhadap paparan air laut dengan kadar garam tinggi.
Kondisi tersebut membuatnya relevan untuk digunakan di kawasan seperti Latuhalat, Poka, hingga permukiman padat di pesisir Ambon.
Kurangi Sampah, Dorong Ekonomi Lokal
Selain untuk kebutuhan konstruksi, pemanfaatan limbah plastik ini juga diarahkan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Teluk Ambon.
Dengan adanya pengolahan di tingkat lokal, sampah dari aliran sungai dapat dicegah sebelum mencapai laut.
Di sisi lain, inovasi ini membuka peluang ekonomi baru melalui konsep ekonomi sirkular. Material yang dihasilkan menjadi alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang selama ini terbebani tingginya biaya bahan bangunan akibat distribusi antarpulau.
Menuju Kota Berkelanjutan
Yayasan Wai Ihu menilai pendekatan ini tidak hanya berdampak pada pengurangan polusi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Penggunaan paving block plastik dalam pembangunan jalan lingkungan dan fasilitas publik diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju sistem infrastruktur yang lebih berkelanjutan.
Jika diterapkan secara luas, inovasi ini berpotensi menjadikan Ambon sebagai salah satu contoh kota pesisir yang mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan pembangunan infrastruktur.