Kondisi Mata Kanan Andrie Yunus Memburuk, RSCM Lakukan Operasi Lanjutan

26/03/2026
Peristiwa penyiraman hingga korban dirawat di rumah sakit. Foto: Ist

Jakarta, — Kondisi kesehatan Andrie Yunus (27), korban serangan cairan kimia, masih dalam pengawasan ketat tim medis di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dalam perkembangan terbaru, dokter menemukan adanya penurunan kondisi pada mata kanan korban yang memerlukan tindakan operasi lanjutan.

Berdasarkan keterangan resmi RSCM, area sklera mata kanan mengalami iskemia atau kekurangan aliran darah sekitar 40 persen, yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya.

“Temuan ini menjadi dasar dilakukannya tindakan lanjutan untuk menjaga integritas bola mata dan mendukung proses penyembuhan,” demikian keterangan RSCM, Selasa (25/3/2026).

Ilustrasi kronologi serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Serangan terjadi setelah Andrie selesai mengikuti kegiatan di kantor YLBHI dan menyebabkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di bagian wajah, mata, dada, dan tangan. Kredit Foto: titastory/ Ilustrasi AI

Operasi Terpadu untuk Selamatkan Mata

Pada Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB, Andrie menjalani operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di Kamar Operasi Kencana.

Dalam prosedur tersebut, tim dokter melakukan pemindahan jaringan untuk menutup area terbuka pada mata, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung.

Selain itu, ditemukan pula penipisan kornea yang bersifat progresif akibat inflamasi. Untuk mengatasinya, dilakukan penambahan membran amnion serta penjahitan sementara kelopak mata guna melindungi permukaan mata.

Andrie Yunus, aktivis dan pembela hak asasi manusia Indonesia. Ia dikenal aktif dalam advokasi isu HAM dan kebebasan sipil. Sumber foto: Wikimedia/CalliPatra

Luka Bakar Masih Ditangani Intensif

Dari sisi bedah plastik, tim medis juga melakukan pembersihan jaringan mati (debridement) lanjutan serta cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka bakar akibat paparan cairan kimia.

Evaluasi lanjutan terhadap kondisi pasien dijadwalkan pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Saat ini, fokus utama tim medis adalah mempertahankan fungsi dan struktur mata kanan, sekaligus mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih jauh.

RSCM menyatakan kondisi pasien masih membutuhkan pemantauan intensif oleh tim multidisiplin, dengan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis yang menangani kasus ini.

“Penanganan dilakukan secara optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien,” tulis RSCM.

error: Content is protected !!