Keluarga Marvel Tamala Bantah Video Pemulangan Jenazah Dikaitkan dengan Korban Bentrokan Matraman

by
29/07/2026
Postingan media di Media sosial salah satu mobil jenazah yang dikaitan dengan kejadian di Matraman, ternyata adalah Hoax, Foto: ScreenshotFb

Ambon, – Keluarga almarhum Marvel Tamala, warga Negeri Air Besar, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, membantah penggunaan video pemulangan jenazah anggota keluarganya yang dikaitkan dengan pemberitaan korban bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat.

Melalui keterangan yang disampaikan kepada wartawan, keluarga menegaskan bahwa video yang beredar di sejumlah media dan media sosial tersebut bukan merupakan prosesi pemulangan jenazah korban bentrokan di Matraman, melainkan pemulangan jenazah Marvel Tamala yang meninggal dunia karena sakit.

“Video jenazah itu adalah anak kami, Marvel Tamala, yang meninggal karena sakit di Negeri Air Besar, Kabupaten Maluku Tengah. Bukan korban bentrokan di Matraman. Tetapi videonya digunakan di sejumlah media dengan narasi yang berbeda,” ujar perwakilan keluarga.

Keluarga mengaku baru mengetahui video tersebut digunakan dalam pemberitaan bentrokan setelah mendapat informasi dari kerabat dan masyarakat yang melihat tayangan tersebut di media sosial.

Unggahan di media sosial yang salah kapra dan mengadung unsur hoax, yang telah dibantah keluarga, Foto: Facebook

Menurut keluarga, penggunaan materi visual yang tidak sesuai dengan fakta berpotensi menyesatkan publik sekaligus menambah beban psikologis keluarga yang masih berduka.

“Kami sangat berharap media yang menggunakan video tersebut segera melakukan koreksi apabila memang terjadi kekeliruan. Antara video dan isi pemberitaannya tidak sesuai,” kata pihak keluarga.

Keluarga menegaskan bahwa Marvel Tamala meninggal dunia akibat sakit dan tidak memiliki kaitan dengan peristiwa bentrokan yang terjadi di Matraman, Jakarta Pusat.

Mereka juga mengimbau seluruh media agar lebih berhati-hati dalam menggunakan dokumentasi visual, terutama yang berkaitan dengan peristiwa duka, dengan melakukan verifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan keluarga korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari media yang mempublikasikan video tersebut terkait permintaan klarifikasi dari pihak keluarga.

 

error: Content is protected !!