Jakarta, – PT Tempo Inti Media Tbk. menunjuk Bagja Hidayat sebagai Pemimpin Redaksi Tempo menggantikan Setri Yasra dalam rangka regenerasi kepemimpinan dan penyesuaian kebutuhan organisasi. Serah terima jabatan berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026.
Setri Yasra selanjutnya dipercaya memimpin unit bisnis baru di lingkungan Tempo.
Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk., Arif Zulkifli, mengatakan pergantian pemimpin redaksi merupakan bagian dari proses kaderisasi yang berlangsung secara berkala di dalam organisasi.
“Setiap pemimpin redaksi memiliki tantangan tersendiri. Sebagai Pemimpin Redaksi periode 2021–2026, Setri konsisten menjaga sikap editorial Tempo di tengah turbulensi politik yang tidak mudah selama Pemilu 2024,” kata Arif.
Bagja bukan sosok baru di ruang redaksi Tempo. Ia bergabung pada 2001 sebagai reporter desk Hukum dan Kriminal, kemudian berpindah ke desk Ekonomi dan Bisnis serta Politik. Pada periode 2005–2015, ia memimpin desk Investigasi sebelum dipercaya menjadi Wakil Pemimpin Redaksi sejak 2023.

Lulusan Fakultas Kehutanan IPB University itu juga menyelesaikan pendidikan di Binus Business School pada 2016. Selama berkarier sebagai jurnalis, Bagja meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Jakarta Journalism Award dan Mochtar Lubis Award untuk karya jurnalistik investigasi. Ia juga menulis buku #KelasSelasa: Jurnalisme, Media, dan Teknik Menulis Berita yang diterbitkan pada 2014.
Sementara itu, Setri Yasra memulai karier di Tempo pada 2001 sebagai wartawan desk Ekonomi dan Bisnis. Ia kemudian menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Redaktur Pelaksana desk Ekonomi dan Bisnis, Redaktur Pelaksana Nasional, Kepala Desk Investigasi, hingga Redaktur Eksekutif koran dan majalah Tempo.
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Riau dan Magister Komunikasi Universitas Paramadina itu kemudian menjabat Pemimpin Redaksi Tempo.co pada 2019–2021 sebelum dipercaya memimpin seluruh platform editorial Tempo setelah integrasi newsroom pada Juli 2021.
Menurut Arif, duet Setri Yasra dan Bagja Hidayat berhasil membawa transformasi digital di lingkungan Grup Tempo Media. Keduanya mengawal integrasi newsroom sekaligus mengembangkan berbagai produk multimedia, termasuk siniar Bocor Alus Politik, Jelasin, Dong!, dan Tukang Kupas Perkara.
“Tantangan Bagja ke depan tentu tidak ringan. Namun dengan pengalaman yang dimilikinya, kami yakin ia mampu membawa Tempo berkembang lebih jauh,” ujar Arif.
Salah satu tonggak penting selama kepemimpinan Setri dan Bagja adalah peluncuran konsep single brand pada 17 November 2024. Melalui integrasi tersebut, seluruh konten koran dan majalah Tempo dipusatkan di Tempo.co, dengan model layanan berita gratis, freemium, dan berlangganan.
Transformasi digital itu turut berdampak pada pertumbuhan bisnis perusahaan. Sepanjang 2025, jumlah pelanggan digital dan pendapatan dari pembaca meningkat 44,89 persen dibanding tahun sebelumnya. Tempo juga mencatat rata-rata 11 juta pengguna mengakses Tempo.co setiap bulan.
Strategi tersebut mengantarkan Tempo meraih penghargaan Best Reader Revenue Strategy (Gold Winner) dalam ajang Digital Media Awards Asia-Pacific 2026 yang diselenggarakan World Association of News Publishers (WAN-IFRA) di Manila, Filipina.
Selain transformasi digital, Tempo juga terus memperkuat prinsip independensi redaksi dengan menjaga pemisahan yang tegas antara kepentingan editorial dan bisnis. Di bidang sosial, redaksi aktif mengembangkan pendidikan jurnalistik, meningkatkan literasi publik, memperkuat kapasitas media lokal, serta mendorong kolaborasi riset berbasis data dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi.
Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap kinerja perusahaan. Pada 2025, PT Tempo Inti Media Tbk. membukukan laba komprehensif sebesar Rp2,57 miliar, meningkat 17,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,19 miliar.