Ambon, — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan kebutuhan pokok secara berlebihan atau panic buying. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dan mencegah kepanikan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku , Kombes Pol Piter Yanottama , mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan instansi terkait, ketersediaan bahan pangan di wilayah Maluku masih dalam kondisi aman dan terkendali.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok pangan masih mencukupi, sehingga kami mengimbau agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Piter saat memimpin apel pagi gabungan personel di Lapangan Tahapary Polda Maluku, Senin, 16 Maret 2026.
Apel tersebut diikuti para pejabat utama serta seluruh personel Polda Maluku dalam rangka penguatan kesiapsiagaan menjelang perayaan Idulfitri.

Pengamanan Melalui Operasi Ketupat Salawaku
Dalam kesempatan itu, Piter juga menegaskan pentingnya disiplin dan kesiapan personel dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Salawaku 2026, yang saat ini telah memasuki hari keempat.
Operasi ini merupakan agenda nasional Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dilaksanakan setiap tahun untuk menjamin keamanan masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idulfitri.
Menurut Piter, operasi tersebut bertujuan menciptakan situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama masa mudik.
Ia meminta seluruh personel untuk tetap aktif dan tidak bersikap apatis terhadap pelaksanaan operasi, baik yang tergabung dalam surat perintah operasi maupun yang tidak secara langsung terlibat.
“Setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Patroli Siber untuk Cegah Konflik
Selain pengamanan di lapangan, Polda Maluku juga meningkatkan patroli siber guna memantau dinamika informasi di media sosial.
Piter mengatakan hingga saat ini situasi media sosial di wilayah Maluku masih terpantau aman dan kondusif tanpa adanya aktivitas yang berpotensi memicu konflik.
Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Wilayah Maluku memiliki sensitivitas sosial yang cukup tinggi. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau konflik,” kata Piter.
Ia juga meminta seluruh personel kepolisian untuk turut mengingatkan keluarga serta lingkungan sekitar agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Stok BBM Dipastikan Aman
Selain memantau ketersediaan pangan, Polda Maluku juga melakukan koordinasi dengan PT Pertamina terkait pasokan bahan bakar minyak (BBM) selama periode Lebaran.
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, stok BBM di wilayah Maluku masih mencukupi dan terus disuplai secara berkala.
Beberapa jenis BBM yang dipastikan tersedia antara lain biosolar, Dexlite, Pertalite, dan minyak tanah.
“Dari koordinasi dengan Pertamina, stok BBM dalam kondisi aman dan distribusinya tetap berjalan normal,” ujar Piter.
Mengakhiri arahannya, Piter mengingatkan seluruh personel kepolisian agar terus meningkatkan disiplin dan dedikasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kinerja anggota Polda Maluku yang dinilai mampu menjalankan tugas dengan baik tanpa adanya tindakan kontraproduktif maupun pelanggaran yang menjadi perhatian pimpinan.
“Kinerja yang sudah baik ini harus terus dipertahankan dengan tetap berpedoman pada arahan dan petunjuk pimpinan,” kata Piter.
Menurut dia, disiplin merupakan kunci utama bagi setiap anggota Polri untuk menjalankan tugas secara maksimal, terutama dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.