Hendrik Lewerissa Pimpin HKTI Maluku Periode 2026–2031

by
21/09/2026
Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono melantik Hendrik Lewerissa sebagai Ketua DPD HKTI Maluku periode 2026–2031 dalam acara pelantikan pengurus HKTI Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Minggu (20/9/2026)

Ambon, — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Maluku periode 2026–2031.

Hendrik dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Sudaryono dalam acara pelantikan pengurus DPD HKTI Maluku di Aula Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Minggu malam, 20 September 2026. Pelantikan tersebut berlangsung setelah Musyawarah Daerah (Musda) HKTI Maluku.

Penetapan Hendrik sebagai ketua DPD HKTI Maluku merupakan hasil Musda yang digelar pada hari yang sama. Kepengurusan baru tersebut kemudian disahkan melalui keputusan DPN HKTI.

Kepengurusan HKTI Maluku periode 2026–2031 diharapkan tidak berhenti pada konsolidasi organisasi. HKTI juga didorong memperkuat perannya dalam memperjuangkan kepentingan petani serta masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan.

Diminta Turun ke Lapangan

Dalam arahannya, Sudaryono meminta pengurus HKTI Maluku membangun hubungan langsung dengan masyarakat.

Menurut dia, HKTI harus menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah. Pendekatan tersebut dinilai perlu menyesuaikan karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan.

“HKTI harus menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan program pemerintah,” ujar Sudaryono.

Ia meminta pengurus membangun kerja bersama dengan petani, nelayan dan masyarakat pesisir untuk memahami persoalan yang mereka hadapi.

Sudaryono juga menyatakan kesediaannya membantu menjembatani aspirasi pembangunan Maluku ke pemerintah pusat.

“Saya siap jadi duta Maluku untuk Pak Presiden,” katanya.

Dalam keterangan resmi HKTI, Sudaryono juga menyatakan kesediaannya membantu membawa aspirasi Maluku ke pemerintah pusat, terutama terkait pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

Pertanian dan Perikanan

HKTI Maluku tidak hanya akan diarahkan pada sektor pertanian darat. Karakter geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat sektor perikanan dan kehidupan masyarakat pesisir menjadi bagian dari agenda organisasi.

Dalam kepengurusan baru, Hendrik Lewerissa didampingi August Ernest Pattiselano sebagai Ketua Harian dan Ilham Tauda sebagai Sekretaris Umum.

Hendrik, dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPD HKTI Maluku, menyatakan komitmennya menjadikan HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan sektor pertanian dan perikanan.

Ia juga menyoroti ketergantungan Maluku terhadap pasokan pangan dari luar daerah dan mendorong penguatan petani mandiri pangan.

“Tumpuan pangan Maluku menjadi pemicu untuk mendorong pengurangan ketergantungan pangan dari luar. Kita akan menguatkan petani mandiri pangan,” kata Hendrik.

Kepengurusan baru HKTI Maluku periode 2026–2031 selanjutnya menghadapi agenda untuk menerjemahkan mandat organisasi tersebut ke dalam program yang menyentuh kebutuhan petani, nelayan dan masyarakat pesisir.

Dengan karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan, agenda pertanian dan perikanan memiliki keterkaitan langsung dengan pangan, penghidupan masyarakat serta pembangunan di wilayah kepulauan.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.


error: Content is protected !!