Groundbreaking LNG Abadi Masela: Prabowo Janji Warga Lokal Tak Jadi Penonton Posisi Duduk Bupati MBD Ramai Dibahas

by
17/07/2026
Caption: Sambutan Presiden RI Secara Virtual, Foto: Pemkab KKT

Kepulauan Tanimbar, — Pemerintah resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela melalui seremoni groundbreaking di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Jumat (16/7). Proyek gas alam cair yang digadang-gadang menjadi salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional itu diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa proyek tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, bukan hanya menghadirkan investasi berskala besar.

“Proyek besar ini tidak boleh hanya menjadi tontonan bagi masyarakat lokal. Kita tidak ingin masyarakat Kepulauan Tanimbar hanya menjadi penonton di tanah kelahiran mereka sendiri,” tegas Presiden.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi dan kapasitas produksi gas, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses terhadap lapangan kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Caption: Reaksi netizen soal tempat duduk dua Bupatti, ketika Bupatti KKT ada di Deretan Kursi depan sedangkan Bupatti MBD di Barisan ke 2, Foto: Facebook

Di tengah dimulainya proyek strategis tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan di wilayah Maluku, terutama pada kawasan kepulauan. Persoalan kemiskinan, keterbatasan infrastruktur dasar, akses listrik, transportasi antarpulau, hingga jaringan telekomunikasi masih menjadi pekerjaan rumah yang diharapkan dapat ikut terjawab melalui kehadiran investasi besar tersebut.

Karena itu, masyarakat berharap proyek LNG Abadi Masela tidak berhenti pada pembangunan fasilitas industri semata, tetapi juga diikuti dengan peningkatan keterlibatan tenaga kerja lokal, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan sekitar proyek.

Posisi Duduk Bupati MBD Ramai Dibahas di Media Sosial

Di luar substansi proyek, perhatian publik juga tertuju pada sebuah isu yang ramai diperbincangkan di media sosial setelah foto-foto acara groundbreaking beredar.

Sejumlah warganet mempertanyakan posisi duduk Bupati Maluku Barat Daya (MBD) yang terlihat berada di barisan belakang selama acara berlangsung.
Bagi sebagian warganet, penempatan tersebut dipandang sebagai simbol representasi daerah yang dinilai belum mendapat ruang yang layak dalam acara berskala nasional tersebut.

“Kenapa sampe katong pung Bupati duduk di blakang? Kenapa bisa begitu?” tulis akun media sosial @Mina Polnaya Intopiana.

Komentar serupa juga disampaikan akun @Sieny Angeline yang mempertanyakan penempatan kepala daerah tersebut dalam tata letak acara.
Namun, tidak sedikit pula warganet yang meminta masyarakat tidak mempersoalkan tata letak kursi dan lebih memusatkan perhatian pada manfaat proyek bagi masyarakat Maluku.

“Jangan jadi provokator. PSN ini untuk semua masyarakat Maluku, bukan untuk memperkaya diri sendiri,” tulis akun @Marchell Wtr dalam kolom komentar.

Protokol Kenegaraan

Dalam penyelenggaraan acara kenegaraan yang dihadiri presiden, pengaturan tempat duduk umumnya ditentukan berdasarkan ketentuan protokol kepresidenan.

Barisan utama biasanya diperuntukkan bagi presiden, pejabat tinggi negara, menteri terkait, gubernur sebagai kepala wilayah provinsi, serta pimpinan perusahaan atau investor yang menjadi penyelenggara kegiatan.

Meski demikian, perdebatan yang muncul di media sosial menunjukkan bahwa aspek simbolik dalam sebuah acara kenegaraan juga menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan representasi kepala daerah yang wilayahnya memiliki keterkaitan langsung dengan proyek strategis tersebut.

Dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela menjadi tonggak penting bagi pengembangan sektor energi nasional. Namun, bagi masyarakat Maluku, keberhasilan proyek ini pada akhirnya akan diukur dari dampak yang benar-benar dirasakan di lapangan.

Selain kontribusi terhadap ketahanan energi nasional, publik menaruh harapan agar proyek tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan menghadirkan pembangunan yang lebih merata di kawasan timur Indonesia.

error: Content is protected !!