Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, 15 Rumah dan Fasilitas Kesehatan Rusak

03/09/2026
Sejumlah bangunan di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mengalami kerusakan setelah gempa bumi magnitudo 5,5 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (1/9/2026). Data sementara BNPB mencatat 15 rumah dan satu fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan. Foto: Dokumentasi Warga | Data: BNPB

Halmahera Tengah, — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (1/9/2026) sore. Gempa yang berpusat di laut tersebut menyebabkan sedikitnya 15 rumah dan satu fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sekitar 15 kepala keluarga (KK) terdampak berdasarkan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan asesmen lapangan untuk memastikan jumlah kerusakan dan dampak lainnya.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemerintah daerah bersama tim kebencanaan masih melakukan pendataan dan pemantauan di wilayah terdampak.

“Data sementara hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Halmahera Tengah mencatat sekitar 15 kepala keluarga terdampak, dengan 15 unit rumah dan satu fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan. Data ini masih dalam proses verifikasi dan asesmen lapangan,” kata Berton dalam siaran pers BNPB, Rabu (2/9/2026).

Gempa Dirasakan di Patani dan Patani Utara

Gempa terjadi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 15.22 WIB. Berdasarkan informasi awal BNPB, pusat gempa berada sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda.

Pusat gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,92 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan dirasakan lemah hingga sedang oleh masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara.

Meski berada di laut, gempa tersebut berdasarkan parameter yang diinformasikan tidak berpotensi tsunami.

Berton mengatakan BPBD Halmahera Tengah terus memantau kondisi wilayah dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kepala desa di wilayah terdampak.

“Tim Reaksi Cepat BPBD telah melakukan asesmen terhadap dampak gempa sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan. Perkembangan penanganan dan kondisi wilayah dilaporkan secara berkala kepada Bupati Halmahera Tengah,” ujarnya.

Hingga Rabu (2/9), kondisi masyarakat secara umum masih berada dalam pemantauan tim lapangan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap bangunan yang terdampak.

erusakan bangunan akibat gempa magnitudo 5,5 yang mengguncang Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (1/9/2026). BNPB mencatat 15 rumah dan satu fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan. Foto: Dokumentasi Warga | Data: BNPB

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah kerusakan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat setelah gempa.

BNPB meminta masyarakat tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan juga diminta tidak menempati bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

“Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar sementara menghindari bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh,” kata Berton.

Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan

Selain menghindari bangunan yang rusak, masyarakat diminta memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang dan menyiapkan langkah evakuasi secara mandiri.

BNPB juga mengimbau warga mengamankan dokumen penting serta kebutuhan dasar keluarga sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah, terutama terkait kondisi pascagempa dan kemungkinan gempa susulan.

BNPB bersama BPBD dan unsur terkait menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Kabupaten Halmahera Tengah.

Informasi mengenai jumlah kerusakan dan dampak gempa masih dapat berubah seiring dengan berlangsungnya proses asesmen dan verifikasi lapangan.

Sumber: BNPB | Siaran Pers Nomor 633/Pers-PusdatinKK/BNPB/Dis.02.01/IX/2026, 2 September 2026
error: Content is protected !!