Ambon, – Delapan anak buah kapal (ABK) KLM Teluk Bara berhasil diselamatkan setelah kapal kayu yang mereka tumpangi tenggelam dihantam gelombang setinggi sekitar tiga meter di Perairan Tanjung Alang, Desa Alang, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (18/7/2026). Sebelum dievakuasi, para korban bertahan selama beberapa jam di tengah laut dengan berpegangan pada papan kayu dan jeriken.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, M. Arafah, mengatakan laporan mengenai kecelakaan laut tersebut diterima dari warga bernama Isjon Siwalete pada pukul 07.35 WIT. Pelapor menginformasikan bahwa sebuah kapal kayu telah tenggelam dan para awaknya membutuhkan pertolongan segera.
“Setelah menerima laporan, Tim Rescue langsung diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) pada pukul 07.50 WIT menuju lokasi kejadian,” kata Arafah.
Untuk memperkuat operasi penyelamatan, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Abimanyu yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Ambon pada pukul 10.50 WIT. Langkah itu dilakukan mengingat kondisi cuaca di lokasi cukup buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

Diselamatkan Kapal Yacht Asal Selandia Baru
Di tengah operasi pencarian, Tim Basarnas mendapat informasi dari warga Desa Alang mengenai sebuah kapal yacht yang terlihat berputar-putar di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Tim RBB kemudian mendekati kapal tersebut untuk melakukan koordinasi. Saat tiba di lokasi sekitar pukul 11.26 WIT, seluruh korban telah berada di atas Yacht Salty Dogz, kapal pesiar berbendera Selandia Baru yang kebetulan melintas dan sedang berlayar menuju Ambon.
“Seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah lebih dahulu dievakuasi oleh ABK Yacht Salty Dogz,” ujar Arafah.
Bertahan dengan Papan Kayu dan Jeriken
Berdasarkan keterangan nakhoda KLM Teluk Bara, kapal berangkat dari Kota Ambon sekitar pukul 05.00 WIT menuju Kabupaten Buru Selatan dengan mengangkut material bangunan.
Namun, saat melintasi Perairan Tanjung Alang, kapal dihantam gelombang setinggi sekitar tiga meter disertai angin berkecepatan mencapai 31 knot.
Hantaman ombak menyebabkan papan lambung bagian bawah kapal terlepas sehingga air laut masuk dengan cepat ke dalam lambung kapal. Menyadari kapal tidak dapat diselamatkan, seluruh awak melompat ke laut sebelum kapal tenggelam sepenuhnya.
Selama beberapa jam, kedelapan ABK bertahan hidup dengan berpegangan pada papan kayu dan jeriken air yang mengapung di laut hingga akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh Yacht Salty Dogz sekitar pukul 10.00 WIT.
Selanjutnya, para korban dipindahkan ke KN SAR Abimanyu menggunakan RBB Basarnas sebelum dibawa menuju Dermaga BRIN Ambon dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Delapan Korban Selamat
1. Delapan korban yang berhasil diselamatkan yakni:
2. Arifin Limau (50), nakhoda
3. Sukarti Facey (34)
4. Darmanto (21)
5. Anto (20)
6. Riswan (29)
7. La Suherman (33)
8. Iki (35)
9. La Jumadi (31)
Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas Ambon, ABK KN SAR Abimanyu, Polsek Leihitu Barat, Polsek Pelabuhan Yos Sudarso, KSOP Ambon, keluarga korban, serta ABK Yacht Salty Dogz. Peralatan yang dikerahkan antara lain KN SAR Abimanyu, Rigid Buoyancy Boat (RBB), kapal Yacht Salty Dogz, kendaraan operasional, hingga drone thermal.
“Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah berpartisipasi dalam proses penyelamatan ini,” kata Arafah.