Berjam-jam Terapung di Laut, Delapan ABK Diselamatkan Yacht Asal Selandia Baru

by
18/07/2026
Tim SAR Basarnas Ambon berkoordinasi dengan awak Yacht Salty Dogz berbendera Selandia Baru saat proses evakuasi delapan anak buah kapal (ABK) KLM Teluk Bara di Perairan Tanjung Alang, Pulau Ambon, Sabtu (18/7/2026). Seluruh korban lebih dahulu diselamatkan oleh awak kapal yacht setelah berjam-jam bertahan di laut menggunakan papan kayu dan jeriken akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam gelombang tinggi. Foto: Basarnas Ambon/Titastory.id

Ambon, – Delapan anak buah kapal (ABK) KLM Teluk Bara berhasil lolos dari maut setelah diselamatkan Yacht Salty Dogz, kapal pesiar berbendera Selandia Baru, yang kebetulan melintas di Perairan Tanjung Alang, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (18/7/2026). Saat ditemukan, seluruh awak kapal telah berjam-jam terapung di laut dengan berpegangan pada papan kayu dan jeriken setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam dihantam gelombang setinggi sekitar tiga meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, M. Arafah, mengatakan kapal yacht tersebut menjadi pihak pertama yang menemukan dan mengevakuasi seluruh korban sebelum Tim SAR Gabungan tiba di lokasi.

“Ketika Tim Rescue mendekati kapal yacht tersebut untuk melakukan koordinasi, seluruh korban sudah berada di atas kapal dalam keadaan selamat,” kata Arafah.

Yacht Salty Dogz diketahui sedang berlayar menuju Kota Ambon ketika melintasi lokasi tenggelamnya KLM Teluk Bara. Melihat delapan orang yang terapung di laut, awak kapal segera melakukan penyelamatan dan mengevakuasi seluruh korban ke atas kapal.

Setelah berkoordinasi dengan Basarnas, seluruh korban dipindahkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke KN SAR Abimanyu untuk selanjutnya dibawa ke Dermaga BRIN Ambon dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Bertahan di Laut dengan Papan Kayu dan Jeriken

Berdasarkan keterangan nakhoda Arifin Limau, KLM Teluk Bara bertolak dari Kota Ambon sekitar pukul 05.00 WIT menuju Kabupaten Buru Selatan dengan mengangkut material bangunan.

Namun, ketika melintasi Perairan Tanjung Alang, kapal dihantam gelombang setinggi sekitar tiga meter disertai angin berkecepatan mencapai 31 knot.
Benturan ombak menyebabkan papan lambung bagian bawah kapal terlepas, sehingga air laut masuk dengan cepat ke dalam kapal. Menyadari kapal tidak dapat diselamatkan, seluruh awak memilih melompat ke laut beberapa saat sebelum kapal tenggelam.

Selama beberapa jam mereka bertahan hidup dengan berpegangan pada papan kayu dan jeriken yang hanyut di laut hingga akhirnya ditemukan oleh Yacht Salty Dogz sekitar pukul 10.00 WIT.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, M. Arafah, Foto: Basarnas Ambon/ Titastory.id

Basarnas Kerahkan Operasi SAR

Sebelumnya, Kantor Basarnas Ambon menerima laporan dari warga bernama Isjon Siwalete pada pukul 07.35 WIT mengenai adanya kapal yang tenggelam di Perairan Tanjung Alang.

Menyikapi laporan tersebut, Tim Rescue diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) pada pukul 07.50 WIT. Mengingat cuaca buruk dan gelombang tinggi, Basarnas juga mengerahkan KN SAR Abimanyu untuk memperkuat operasi penyelamatan.

Sekitar pukul 11.06 WIT, Tim SAR memperoleh informasi dari warga Desa Alang mengenai keberadaan sebuah kapal yacht yang terlihat berputar-putar di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Setelah didekati, tim memastikan seluruh korban telah dievakuasi dalam keadaan selamat.

Delapan Korban Selamat

Korban yang berhasil diselamatkan yakni:
1. Arifin Limau (50), nakhoda
2. Sukarti Facey (34)
3. Darmanto (21)
4. Anto (20)
5. Riswan (29)
6. La Suherman (33)
7. Iki (35)
8. La Jumadi (31)

Operasi SAR melibatkan Basarnas Ambon, KN SAR Abimanyu, Polsek Leihitu Barat, Polsek Pelabuhan Yos Sudarso, KSOP Ambon, keluarga korban, serta awak Yacht Salty Dogz.

“Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, termasuk awak Yacht Salty Dogz, yang turut membantu penyelamatan para korban,” ujar Arafah.

 

error: Content is protected !!