Pihak Sekolah di Jaksel Klaim Temukan Hampir 1.000 Senjata, Polisi Diminta Menyelidik

by
07/08/2026
Kuasa Hukum sekolah, Hermawanto, dari Kantor Hukum Magdiri Ismail & Partners saat memberikan keterangan pers kepada wawatan, Foto: CreenshotVideoRadio Elshinta 90 FM.

Jakarta, – Sebuah yayasan pendidikan di Jakarta Selatan mengklaim menemukan hampir 1.000 pucuk senjata beserta amunisi dan perlengkapan lain di sejumlah ruangan yang sebelumnya dalam kondisi tertutup. Pihak sekolah meminta kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan jenis, asal-usul, dan status hukum barang-barang tersebut.

Informasi itu disampaikan kuasa hukum sekolah, Hermawanto, dari Kantor Hukum Magdiri Ismail & Partners, sebagaimana dikutip Radio Elshinta 90 FM. Identitas lembaga pendidikan tidak diungkapkan dengan alasan menjaga nama baik sekolah.

Hermawanto mengatakan temuan pertama terjadi pada 10–11 Juli 2026 ketika pihak sekolah membuka sejumlah ruangan yang selama ini tidak digunakan.

Menurut dia, di ruangan tersebut ditemukan sekitar 995 pucuk senjata, termasuk barang yang disebut sebagai senjata api, amunisi, serta berbagai aksesori yang berkaitan dengan senjata.

“Pada tanggal 10 dan 11 Juli, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk amunisi dan beberapa aksesori untuk senjata lainnya,” kata Hermawanto, seperti dikutip Radio Elshinta 90 FM.

Temuan itu, menurutnya, kemudian berkembang setelah pihak sekolah membuka ruangan lain yang sebelumnya juga tertutup.

Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, Foto: Medsos

Pada pemeriksaan berikutnya, pihak sekolah mengaku kembali menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan senjata.

Selain itu, mereka juga menyebut menemukan barang yang diduga narkotika serta sekitar 25 keping media yang disebut berisi konten pornografi.

Namun hingga kini belum ada hasil pemeriksaan laboratorium maupun keterangan resmi aparat yang memastikan jenis dan status hukum barang-barang tersebut.

Ruangan Disebut Menyerupai Bunker

Keterangan serupa disampaikan Untung, yang disebut turut berada di lokasi saat penemuan.

Ia mengatakan ruangan awalnya akan digunakan untuk kepentingan sekolah.

Namun, ketika dibuka, pihak sekolah menemukan sejumlah benda yang menurut mereka berkaitan dengan senjata.

Untung mengaku setelah temuan pertama meminta pendampingan aparat kepolisian sebelum membuka ruangan lain.

Menurut dia, polisi kemudian mendampingi proses pembukaan ruangan tersebut.

Dalam pemeriksaan berikutnya, pihak sekolah kembali mengklaim menemukan berbagai komponen yang disebut berkaitan dengan senjata, di antaranya laras, magasin, komponen senjata laras panjang, serta alat yang menurut mereka digunakan untuk membuat amunisi.

“Alat membuat peluru kok bisa ada di lingkungan sekolah ini,” ujar Untung.

Meski demikian, seluruh jenis barang tersebut masih memerlukan identifikasi resmi aparat untuk memastikan apakah merupakan senjata api, airsoft gun, komponen senjata, atau barang lain.

Polisi Diminta Selidiki

Hermawanto mengatakan hingga kini masih terdapat ruangan yang belum dapat dibuka.

Menurut dia, ruangan tersebut memiliki bentuk menyerupai bunker dan berada di bagian belakang kompleks sekolah.

Pihak sekolah meminta Polres Metro Jakarta Selatan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh ruangan yang masih tertutup.

“Kami berharap ruangan yang bentuknya seperti bunker itu segera diperiksa oleh kepolisian,” katanya.

Pihak sekolah juga mengaku memiliki dokumentasi foto barang-barang yang ditemukan dan menyebut proses penemuan turut disaksikan sejumlah warga.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan lingkungan pendidikan.

Namun, hingga kini seluruh informasi mengenai jumlah senjata, amunisi, dugaan narkotika, media berkonten pornografi, maupun alat yang disebut berkaitan dengan pembuatan amunisi masih bersumber dari keterangan pihak sekolah dan kuasa hukumnya.

Belum terdapat keterangan resmi dari Polres Metro Jakarta Selatan maupun Polda Metro Jaya yang mengonfirmasi jumlah, jenis, status hukum, maupun asal-usul barang yang disebut ditemukan tersebut.

Demikian pula, fungsi ruangan yang disebut menyerupai bunker masih memerlukan pemeriksaan aparat.

Titastory.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari kepolisian untuk memastikan hasil pemeriksaan serta tindak lanjut atas laporan yang disampaikan pihak sekolah.

error: Content is protected !!