Oleh: Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina Sebenarnya desas desus rencana perlawanan sebenarnya sudah sampai ke Residen di Saparua dan bahkan pemerintah Belanda di Ambon juga sudah
Oleh: Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina Pengantar: Tulisan ini merujuk kepada sejumlah referensi lama karya Kapten Kapal Evertsen QMR Ver Huell, J Boelan (Perwira Kapal Maria
TITASTORY.ID – Menyampaikan pendapat baik secara lisan maupun tulisan merupakan hak konstitusional bagi setiap warga negara di Indonesia, namun dalam perkembangannya saat ini penyampaian
“Jangan bilang diri anak negeri Maluku, jika belum datang di kaki gunung Murkele”. Inilah kalimat yang menyembul dari celah-celah pepohonan ketika kami melintasi jalan-jalan
Oleh : Andre Barahamin TITASTORY.ID,- Saat kota-kota besar di Indonesia sedang digulung gelombang protes para pelajar dengan dukungan buruh, petani dan organisasi sosial lain,
TITASTORY.ID,- Mendekati hampir dua abad lamanya, lapangan minyak bumi di Blok Bula, yang berada di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku telah diangkat. Namun sayangnya,
titastory.id,- Mesti diakui bahwa dalam realitas kita bernegara, perlindungan terhadap hak menyampaikan pendapat di muka umum masih jauh panggang dari api. Negara dengan setengah
titastory.id,- Saya dikagetkan atas berita yang saya terima dari wartawan kami di media siber kabarpublik.id (malut.kabarpublik.id) Iswadi Hasan, selaku Koodinator Wilayah di Maluku Utara
titastory.id,- Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Maluku akhir bulan Agustus kemarin serasa membawa angin segar bagi pemerintah dan rakyat Maluku. Penjelasan utusan
titastory.id,- Dengan mendasari pada hak menentukan nasib sendiri berdasar Perjanjian Linggadjati (25 Maret 1947), Perjanjian Renvile (17 Januari 1948), Perjanjian Room Royeen (17 Mei