Diduga Alami Gejala Stroke, WNA Filipina Dievakuasi Tim SAR ke Ambon

by
18/10/2026
KN SAR Abimanyu mendekati MV Baosteel Emotion. untuk melakukan memindahkan korban untuk penanganan medis di Kota Ambon, Foto: BasarnasAmbon

Ambon, — Tim SAR Ambon mengevakuasi Romeo C. Echevarria (53), warga negara Filipina yang merupakan anak buah kapal (ABK) MV Baosteel Emotion, setelah ia dilaporkan mengalami gejala yang diduga stroke ringan saat berlayar dari Tiongkok menuju Australia, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Evakuasi medis berlangsung di perairan sebelah barat Pulau Ambon, Maluku. Setelah dipindahkan ke kapal KN SAR Abimanyu, Romeo dibawa ke Ambon untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan pihaknya menerima permintaan bantuan evakuasi medis dari kapal tersebut pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 23.33 WIT melalui Basarnas Command Centre (BCC).

“Laporan disampaikan Kapten MV Baosteel Emotion, Froilan B. Dalisav, yang meminta bantuan setelah salah satu awak kapalnya mengalami gangguan kesehatan saat berlayar dari Tiongkok menuju Australia,” kata Arafah dalam keterangan yang diterima titastory.id, Sabtu.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Ambon berkoordinasi dengan nakhoda kapal untuk menentukan titik pertemuan di perairan sebelah barat Pulau Ambon. Tim kemudian mengerahkan KN SAR Abimanyu untuk melaksanakan evakuasi.

Kapal SAR bertolak dari Dermaga BRIN Ambon pada Sabtu pukul 10.30 WIT menuju titik pertemuan yang berjarak sekitar 35,29 mil laut ke arah barat daya dermaga. Operasi dipimpin Kepala Seksi Sumber Daya Kantor SAR Ambon, Endro Budi Prasetyo.

KN SAR Abimanyu tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIT dan menemukan MV Baosteel Emotion. Tim SAR kemudian mengatur posisi kedua kapal untuk memindahkan korban dengan aman.

Pada pukul 15.14 WIT, Romeo berhasil dipindahkan ke KN SAR Abimanyu. Selama perjalanan menuju Ambon, petugas medis memantau kondisi kesehatannya.

Dibawa ke Rumah Sakit

Menurut Arafah, informasi dari nakhoda melalui surat elektronik menyebutkan bahwa Romeo mengalami gejala yang diduga sebagai stroke ringan dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan.

“Informasi yang kami terima dari nahkoda melalui email, korban mengalami gejala stroke ringan sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit,” ujar Arafah.

KN SAR Abimanyu tiba di Dermaga BRIN Ambon pada pukul 17.14 WIT. Romeo kemudian diserahkan kepada agen kapal, petugas Imigrasi, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yos Sudarso Ambon untuk penanganan lebih lanjut, termasuk rujukan ke Rumah Sakit Siloam.

Operasi tersebut melibatkan personel rescuer, anak buah kapal KN SAR Abimanyu, dokter dan perawat, operator pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV), petugas Imigrasi, serta personel KKP Yos Sudarso Ambon. Sejumlah peralatan yang digunakan antara lain KN SAR Abimanyu, truk personel, drone termal, dan ambulans KKP.

Selama operasi, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berkabut. Angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 17 knot, sementara tinggi gelombang mencapai sekitar 1,25 meter.

Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan untuk penanganan medis lanjutan, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: Christin Pesiwarissa

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.