Intan Jaya, – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim empat warga sipil, termasuk seorang gembala, hilang setelah diduga dibawa oleh aparat militer Indonesia saat operasi keamanan di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Hingga Jumat (17/7/2026), menurut TPNPB, keberadaan keempat warga tersebut belum diketahui.
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima Titastory.id, mengatakan keempat warga yang disebut hilang masing-masing bernama Yonas Nambagani, Simon Kopeau, Yosep Pogau, dan Agus Nabelau.
Menurut Sebby, mereka diduga diamankan aparat keamanan ketika berlangsung operasi militer di Kampung Jalai pada Kamis (16/7/2026).
“Hingga saat ini keberadaan mereka belum diketahui. Warga telah mencari di Pos TNI di Kampung Jalai, namun keempatnya tidak ditemukan,” kata Sebby dalam keterangannya.
Sebby menyebut informasi tersebut diperoleh dari Petugas Informasi dan Penerangan (PIS) TPNPB di Sugapa.
Ia mengklaim warga setempat khawatir keempat orang tersebut dituduh sebagai anggota TPNPB Kodap VIII Intan Jaya. Namun, Titastory.id belum dapat memverifikasi secara independen klaim tersebut maupun memastikan penyebab hilangnya keempat warga itu.
Selain di Kampung Jalai, Sebby mengatakan operasi militer juga dilaporkan berlangsung di Kampung Abundoga dan sejumlah kampung lain di Distrik Sugapa.
Namun, menurut dia, informasi mengenai kondisi warga di wilayah tersebut masih terbatas karena akses komunikasi dan jaringan internet belum tersedia secara memadai.
Minta Penyelidikan Independen
TPNPB mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan lembaga-lembaga hak asasi manusia lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk melakukan penyelidikan atas dugaan hilangnya keempat warga sipil tersebut.
Sebby juga meminta aparat keamanan segera memberikan informasi mengenai keberadaan mereka apabila memang berada dalam penguasaan aparat.
“Jika mereka ditahan, kami meminta agar keberadaan mereka disampaikan kepada keluarga sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, TPNPB kembali menuding aparat keamanan melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil dengan tuduhan terlibat dalam kelompok bersenjata. Pernyataan tersebut merupakan klaim sepihak TPNP yang hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen.

Beredar Foto Tiga Pria dengan Luka di Wajah
Di tengah beredarnya klaim TPNPB, muncul pula unggahan di media sosial yang memperlihatkan tiga pria dengan luka dan pembengkakan pada bagian wajah, terutama di pipi kiri. Unggahan tersebut pertama kali diberitakan oleh NadiPapua.com.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa luka yang dialami ketiga pria tersebut diduga akibat penganiayaan setelah mereka ditangkap aparat militer. Unggahan itu juga menyebut proses penangkapan dilakukan tanpa dasar yang jelas dan disertai perlakuan yang diklaim tidak manusiawi.
Selain menampilkan foto tiga pria, unggahan tersebut mencantumkan empat nama yang disebut sebagai korban, yakni Yonas Nambagani, Simon Kopeau, Yosep Pogau, dan Agus Nabelau.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Titastory.id belum dapat memverifikasi secara independen keaslian foto maupun memastikan identitas orang-orang yang terlihat dalam unggahan tersebut. Hubungan antara foto yang beredar dengan klaim TPNPB juga belum dapat dipastikan.
Sementara itu, NadiPapua.com melaporkan bahwa hingga artikelnya diterbitkan, media tersebut juga belum memperoleh keterangan resmi dari TNI maupun pihak berwenang terkait klaim dugaan penangkapan terhadap empat warga sipil tersebut.
TNI Belum Berikan Tanggapan
Titastory.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kodam XVII/Cenderawasih, maupun Satgas Operasi Damai Cartenz terkait klaim yang disampaikan TPNPB.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat militer mengenai dugaan penangkapan maupun keberadaan empat warga sipil yang disebutkan dalam siaran pers tersebut.
Catatan: Informasi dalam berita ini bersumber dari pernyataan resmi Juru Bicara TPNPB-OPM. Hingga berita ini diterbitkan, Titastory.id masih mengupayakan konfirmasi kepada TNI, Satgas Operasi Damai Cartenz, dan pihak berwenang lainnya. Berita akan diperbarui setelah diperoleh tanggapan resmi.