Ambon, — Kondisi sejumlah fasilitas di lingkungan Balai Kota Ambon memantik sorotan. Gedung yang menjadi pusat pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan Kota Ambon itu kini menunjukkan sejumlah kerusakan fisik yang cukup memprihatinkan, mulai dari plafon yang jebol hingga fasilitas toilet yang tidak dapat digunakan.
Pantauan Titastory.id pada Selasa (23/6/2026) menunjukkan kerusakan tersebut berada di area yang setiap hari dilalui masyarakat untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi, perizinan, hingga layanan perpajakan.
Kerusakan paling mencolok terlihat di koridor lantai satu, tepatnya di sekitar Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta unit pelayanan administrasi.
Sebagian plafon tampak runtuh dan menganga cukup lebar. Material yang terlepas memperlihatkan rangka penyangga besi serta instalasi kabel yang terlihat bergelantungan di bagian atas koridor.
Di sekitar area tersebut juga tampak bekas rembesan air, noda lembap, dan jamur pada dinding maupun langit-langit bangunan. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kebocoran yang telah berlangsung cukup lama.
Selain mengurangi kenyamanan dan estetika gedung pemerintahan, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan pengunjung maupun aparatur yang beraktivitas setiap hari di lokasi tersebut.

Toilet Tidak Berfungsi
Kerusakan lainnya ditemukan di kawasan pelayanan pajak dan perizinan. Toilet yang seharusnya menjadi fasilitas dasar bagi masyarakat dan pegawai kini tidak dapat digunakan.
Pada pintu masuk toilet terpampang pemberitahuan bertuliskan “Mohon Maaf Toilet Tidak Dapat Digunakan (Rusak)”.
Hasil penelusuran menunjukkan sejumlah fasilitas di dalam toilet mengalami kerusakan. Beberapa pintu bilik tampak tidak berfungsi normal karena gagang pintu rusak dan terlepas. Pada beberapa bagian terlihat upaya perbaikan sementara menggunakan kawat dan kabel untuk menopang mekanisme pintu.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas dasar yang menjadi bagian penting dalam kualitas pelayanan publik.
Anggaran Pemeliharaan Dipertanyakan
Kerusakan yang terjadi di pusat pelayanan masyarakat itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemeliharaan gedung pemerintahan serta alokasi anggaran perawatan fasilitas publik.
Padahal, area pelayanan pajak dan perizinan merupakan salah satu ruang yang paling sering dikunjungi masyarakat sehingga kenyamanan dan keamanan fasilitas menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pelayanan publik.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Pemerintah Kota Ambon, Yosi Aulele, mengatakan pemerintah kota sedang melakukan telaah dan perhitungan kebutuhan anggaran untuk penanganan kerusakan yang terjadi.
“Saat ini kami sedang melakukan perhitungan dan telaah terkait kebutuhan yang nantinya akan disampaikan kepada Bapak Wali Kota Ambon. Nanti akan diputuskan apakah menggunakan anggaran mendahului atau melalui anggaran belanja rutin,” kata Yosi kepada Titastory.id, Selasa (23/6/2026).
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan perbaikan maupun besaran anggaran yang akan dialokasikan.