Sembilan Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Delapan Korban Speedboat Tenggelam di MBD Resmi Ditutup
Ambon, — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Ambon resmi menghentikan operasi pencarian terhadap delapan penumpang speedboat yang tenggelam di perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Keputusan tersebut diambil pada Sabtu (20/6/2026), setelah upaya pencarian selama sembilan hari tidak membuahkan hasil.
Speedboat yang mengangkut 10 orang itu dilaporkan tenggelam pada Kamis (11/6/2026) saat berlayar dari Sinairusi menuju Tepa. Cuaca buruk disertai gelombang tinggi diduga menjadi penyebab kecelakaan laut tersebut.
Kepala Kantor SAR Ambon menjelaskan, penghentian operasi pada hari kesembilan telah melalui evaluasi dan koordinasi bersama unsur potensi SAR, pemerintah kecamatan, serta keluarga korban.
“Mengingat operasi SAR telah dilaksanakan secara maksimal selama sembilan hari dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” demikian keterangan resmi Basarnas Ambon.
Dengan ditutupnya operasi tersebut, delapan penumpang yang belum ditemukan dinyatakan hilang. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
Dua Korban Selamat Berenang Menembus Gelombang
Peristiwa nahas itu bermula ketika speedboat bertolak dari Sinairusi menuju Tepa pada 11 Juni 2026. Namun, saat melintasi perairan Pulau Dai, kapal dihantam cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam.
Dari 10 penumpang yang berada di atas kapal, dua orang berhasil menyelamatkan diri. Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42) berenang menembus gelombang menuju pesisir Desa Sinairusi.
Setelah berhasil mencapai daratan, keduanya segera meminta bantuan kepada warga setempat. Informasi mengenai musibah itu kemudian diteruskan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya, Jemi Lico, kepada Basarnas Ambon pada 12 Juni 2026.
Merespons laporan tersebut, Basarnas Ambon segera mengerahkan tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap delapan penumpang lainnya yang masih hilang.
Cuaca Buruk Hambat Operasi Pencarian
Selama sembilan hari pencarian, sebanyak 97 personel gabungan diterjunkan. Mereka terdiri dari Basarnas Ambon, Pos SAR Saumlaki, Ditpolairud Polda Maluku, TNI AL Moa, Polres MBD, Koramil dan Polsek Tepa, BPBD, tenaga medis, serta 45 warga setempat.
Operasi pencarian didukung sejumlah sarana, antara lain kapal LCT Las 1, kapal KP XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku, serta belasan speedboat dan longboat milik masyarakat.
Pada hari terakhir pencarian, tim SAR juga mengimbau para nelayan yang beraktivitas di sekitar Pulau Dai dan Pulau Tepa untuk turut membantu memantau kemungkinan keberadaan korban.
Namun, kondisi cuaca berupa hujan ringan yang disertai angin berkekuatan 10 hingga 24 knot, ditambah keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah terpencil tersebut, menjadi kendala utama selama operasi berlangsung.
Berdasarkan data Kantor SAR Ambon, dari total 10 penumpang speedboat, dua orang berhasil selamat, sedangkan delapan lainnya dinyatakan hilang.
Korban Selamat
– Yakop Anamofa (22)
– Ignasius Matrunkoly (42)
Sementara Korban Dinyatakan Hilang
– Anton Manahen (40)
– Asael Daniel (72)
– Yomima Waliana (36)
– Regina Unwakolu (33)
– Enderfina Siaran (62)
– Wulan Kelmury (35)
– Yoksan Unawekla (9)
– Marcelo Unawekla (4)
Atas peristiwa ini, Basarnas Ambon secara resmi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat yang telah terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
,