Pulau Seram — Konflik antara manusia dan satwa liar kembali memakan korban jiwa. Seorang ibu rumah tangga di Negeri Awaiya, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, dilaporkan tewas setelah diterkam buaya saat beraktivitas di kali belakang permukiman warga, Kamis (26/3).
Korban yang dikenal sebagai Mama Anto Patotnem diserang saat sedang mengambil kangkung di tepian kali—aktivitas rutin yang selama ini menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari warga setempat. Tanpa tanda bahaya, seekor buaya tiba-tiba muncul dari permukaan air dan langsung menyerang korban.
Serangan terjadi di lokasi yang selama ini dianggap relatif aman oleh warga. Informasi yang beredar di masyarakat, termasuk dari unggahan media sosial warga, menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sangat cepat dan mengejutkan.
“Kejadian ini membuat warga kaget. Tempat itu biasanya aman untuk aktivitas sehari-hari,” tulis seorang warga dalam unggahan media sosial.

Warga yang mengetahui insiden tersebut segera berupaya mengevakuasi korban dan membawanya untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, luka parah akibat gigitan buaya membuat nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik manusia dan buaya di wilayah Maluku, khususnya di kawasan pesisir dan bantaran sungai yang berdekatan dengan permukiman. Keberadaan predator di ruang hidup warga menunjukkan meningkatnya potensi risiko, terutama di lokasi-lokasi yang selama ini digunakan untuk aktivitas domestik seperti mencari sayur atau mencuci.
Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat mitigasi konflik satwa liar. Warga diimbau lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kali, rawa, maupun perairan yang tampak tenang namun menyimpan potensi bahaya.
Hingga kini, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban dan warga Negeri Awaya
Sumber : Jurnalis Warga Penulis: Christin Pesiwarissa