Jakarta, — Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) melaporkan perkembangan terbaru kondisi Andrie Yunus (27), korban penyiraman cairan kimia, yang kini masih menjalani perawatan intensif. Dalam keterangan resminya, RSCM menyebut pasien telah menjalani tindakan operasi pada 16 Maret 2026 berupa pembersihan jaringan luka (debridement) untuk mengangkat jaringan kulit yang rusak akibat luka bakar. Selain itu, tim medis juga telah melakukan cangkok kulit pada sebagian area luka guna mempercepat proses penyembuhan.
Perawatan Intensif dan Evaluasi Lanjutan
Saat ini, Andrie Yunus masih dalam perawatan intensif dengan pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin. Perawatan dilakukan untuk mengevaluasi kedalaman luka bakar serta menentukan waktu yang tepat untuk tindakan cangkok lanjutan.
Tim dokter juga terus mengantisipasi kemungkinan infeksi sekunder, yang menjadi risiko utama dalam kasus luka bakar kimia.

Mata Kanan Alami Kerusakan, Mulai Pulih
RSCM mengungkapkan bahwa mata kanan pasien mengalami kerusakan sel punca kornea sekitar 40 persen akibat paparan cairan kimia.
Sebagai penanganan, tim medis telah melakukan: Pemasangan membran amnion dan Pemberian terapi anti-inflamasi. Langkah ini bertujuan melindungi permukaan mata dan mendukung proses regenerasi jaringan.
“Kondisi mata kanan saat ini stabil dan menunjukkan perbaikan. Sel punca kornea mulai pulih, meski proses penyembuhan masih terus dipantau,” tulis RSCM dalam rilisnya.
Dalam Pengawasan Ketat
Secara umum, kondisi Andrie Yunus dilaporkan stabil dan terus dalam pengawasan intensif. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.
RSCM menegaskan komitmennya memberikan penanganan medis yang profesional dan berbasis keselamatan pasien.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini.