Seram Selatan, — Sebuah kecelakaan tunggal yang menimpa angkutan umum bernomor polisi DE 8610 TU di kawasan Tanjakan Batumari, jalur Lintas Seram Selatan, memicu polemik di media sosial. Warga Negeri Tamilouw yang membantu mengevakuasi korban justru dituding mengambil barang bawaan dari kendaraan yang mengalami kecelakaan.
Insiden tersebut terjadi ketika kendaraan angkutan umum itu mengalami kecelakaan di tanjakan Batumari. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan kepada para korban.
Sejumlah pemuda dan warga setempat bahkan membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Selain itu, warga juga berinisiatif mengumpulkan muatan yang berserakan di jalan agar tidak rusak dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Namun, niat baik tersebut kemudian berubah menjadi polemik setelah muncul unggahan di media sosial Facebook yang menuding adanya barang bawaan yang hilang, termasuk rokok, dari kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut.
Tuduhan di Media Sosial Picu Kekecewaan Warga
Tuduhan tersebut memicu kekecewaan warga Negeri Tamilouw. Mereka menilai tudingan di media sosial itu tidak berdasar dan justru mencederai niat baik masyarakat yang berusaha menolong korban kecelakaan.
Menurut warga yang berada di lokasi kejadian, muatan yang mereka kumpulkan hanya berupa tumpukan karton atau kemasan barang yang berserakan di jalan.
“Kami datang menolong karena kemanusiaan, bahkan sampai mengantar korban ke puskesmas. Sangat disayangkan jika niat baik ini justru dibalas dengan tuduhan yang merusak nama baik kampung kami di Facebook,” kata seorang warga yang ikut membantu di lokasi kejadian.
Salah satu pengguna media sosial, Ade Rayan, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap tuduhan tersebut.
Ia mengatakan masyarakat Tamilouw hanya berupaya membantu dan menjaga barang-barang yang berserakan agar tidak rusak atau hilang.
Warga Minta Komunikasi Langsung
Warga Negeri Tamilouw meminta pihak yang merasa kehilangan barang agar melakukan komunikasi langsung, bukan menyebarkan tuduhan melalui media sosial.
Menurut mereka, jika memang terdapat barang yang hilang, sebaiknya disampaikan secara baik-baik kepada pemerintah negeri atau aparat setempat agar dapat dicari bersama.
“Kalau merasa ada kekurangan barang, sebaiknya datang dan bicara baik-baik. Jangan langsung membuat status di media sosial yang menyudutkan,” ujar seorang warga.
Masyarakat juga meminta agar persoalan tersebut dilaporkan secara resmi ke Kantor Negeri Tamilouw, sehingga dapat ditindaklanjuti secara jelas dan terbuka.
Warga menyatakan siap membantu jika memang terdapat bukti kehilangan yang jelas.
“Tuduhan tanpa bukti di media sosial tidak menghargai pengorbanan masyarakat yang sudah membantu saat musibah terjadi,” kata warga lainnya.
Masyarakat diingatkan agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menghakimi pihak lain tanpa bukti.
Jika memang terdapat kerugian materiil atau dugaan tindak kriminal, langkah yang tepat adalah melaporkannya kepada kepolisian yang bersiaga selama 24 jam.
Pelaporan resmi dinilai lebih tepat untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mencegah penyebaran tuduhan yang dapat merugikan pihak lain.
Hingga kini, warga berharap pihak yang menyebarkan tuduhan di media sosial dapat memberikan klarifikasi agar hubungan baik antarpengguna jalan di wilayah Lintas Seram Selatan tetap terjaga.