Ambon,— Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ambon menggelar Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2026untuk menjamin keselamatan pemudik di wilayah Maluku. Operasi kemanusiaan ini akan berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, mengatakan operasi siaga tahun ini difokuskan pada penguatan pengawasan di jalur perairan yang rawan kecelakaan laut serta peningkatan koordinasi dengan masyarakat di pulau-pulau terpencil.
“Fokus utama kami adalah memperkuat pengawasan di jalur perairan yang berisiko serta memastikan koordinasi cepat dengan masyarakat di wilayah kepulauan,” ujar Arafah kepada wartawan di Ambon.
Dalam operasi tersebut, Basarnas Ambon mengerahkan 133 personel SAR yang disiagakan di sejumlah titik strategis di wilayah Maluku. Personel tersebut ditempatkan di Unit Siaga SAR Seram Bagian Timur (SBT), Kepulauan Aru, Pos SAR Saumlaki, Pos SAR Tual, Pos SAR Namlea, serta Pos SAR Banda.

Untuk menunjang operasi, Basarnas juga menyiagakan berbagai alat utama (alut) modern, antara lain KN SAR Bharata, Rigid Inflatable Boat (RIB), drone thermal, serta perangkat deteksi bawah air Aqua Eye yang digunakan untuk mendukung operasi pencarian korban di laut.
Sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki jalur pelayaran rakyat yang sangat padat saat musim mudik Lebaran. Karena itu, Basarnas memberikan perhatian khusus pada sejumlah jalur transportasi laut yang menjadi titik mobilitas utama masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah Pelabuhan Tulehu, yang menjadi jalur utama menuju Pulau Seram dan Kepulauan Lease. Di lokasi ini, Basarnas mendirikan posko mandiri sekaligus menyiagakan armada kapal SAR.
Selain itu, pengawasan juga diperkuat di jalur penyeberangan Galala–Poka serta Liang–Waipirit, yang setiap tahun dipadati pemudik.
Untuk wilayah terpencil seperti Maluku Barat Daya (MBD), tim dari Pos SAR Saumlaki juga diinstruksikan bersiaga penuh melalui koordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan Polairud.
Dalam operasi tahun ini, Basarnas juga menerapkan pendekatan berbeda dengan melibatkan masyarakat pesisir, terutama nelayan dan operator kapal rakyat, sebagai bagian dari sistem deteksi dini.
Menurut Arafah, informasi awal dari masyarakat sering kali menjadi faktor penting dalam penanganan kondisi darurat di laut.
“Masyarakat adalah informan tercepat. Di era digital, informasi dari warga atau media sosial sering kali menjadi kunci awal dalam penanganan kedaruratan,” ujarnya.
Imbauan Keselamatan bagi Pemudik
Menjelang puncak arus mudik, Arafah juga mengingatkan para nakhoda kapal dan masyarakat agar tidak mengabaikan prosedur keselamatan selama perjalanan.
Ia menekankan tiga hal utama yang harus diperhatikan oleh para operator kapal dan penumpang:
– Mematuhi kapasitas muatan kapal
– Memantau kondisi cuaca sebelum berlayar
– Memastikan ketersediaan life jacket bagi seluruh penumpang
Menurut Arafah, kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan laut selama musim mudik Lebaran.
Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 ditandai dengan pelepasan konvoi kendaraan patroli SAR, yang akan melakukan pemantauan di berbagai titik transportasi, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata di sejumlah wilayah Maluku selama masa libur Lebaran.
Penulis: Christin Pesiwarissa