Pangdam Pattimura: Narasi RMS Tak Lagi Mendapat Tempat di Maluku

by
26/04/2026
Pangdam Pattimura saat meninjau lokasi bentrokan warga di Desa Sibenpopo di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Foto: Pendam Pattimura

Ambon — Panglima Kodam XV/Pattimura, Dodi Triwinarto, menyatakan pengaruh narasi Republik Maluku Selatan (RMS) di wilayah Maluku kian melemah dan tidak lagi mendapat tempat di tengah masyarakat.

“Semangat persatuan warga Maluku saat ini sangat kuat. Masyarakat sudah cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang memecah belah,” ujar Dodi dalam keterangannya.

Menurut dia, kondisi keamanan di Maluku menunjukkan perkembangan yang lebih kondusif dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama saat memasuki periode April yang kerap menjadi perhatian terkait isu RMS.

Dodi menilai masyarakat kini lebih mengutamakan stabilitas dan pembangunan dibandingkan dengan isu-isu lama yang dinilai tidak relevan.

Ia menyebut berbagai aktivitas masyarakat, seperti di pasar, pelabuhan, hingga perkantoran, berjalan normal tanpa gangguan berarti.

“Fokus masyarakat sekarang adalah membangun ekonomi dan masa depan, bukan lagi terjebak dalam konflik masa lalu,” kata dia.

Pangdam juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah belah, termasuk yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan kehadiran aparat keamanan bertujuan menciptakan rasa aman, bukan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Kita ingin memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang dan merasa aman,” ujarnya.

Dodi memberikan apresiasi kepada masyarakat Maluku yang dinilai aktif menjaga kondusivitas wilayah secara mandiri.

Ia juga menekankan pentingnya nilai persaudaraan lokal, seperti “Pela Gandong”, sebagai fondasi dalam menjaga keharmonisan sosial.

Menurut dia, stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk sektor ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur.

Hingga kini, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi sosial guna memastikan Maluku tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif.

error: Content is protected !!