Jakarta, — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekerasan dan aksi militer yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. PGI menilai situasi tersebut berpotensi memperluas konflik dan memicu krisis global jika tidak segera dihentikan melalui jalur diplomasi.
Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn F. Manuputty mengatakan konflik yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap stabilitas regional serta memperburuk penderitaan warga sipil.
“PGI menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi kekerasan dan tindakan militer yang terjadi di Timur Tengah maupun Asia Selatan saat ini. Situasi ini telah menimbulkan instabilitas regional dan dikhawatirkan akan meluas menjadi krisis global,” kata Manuputty dalam pernyataan resmi PGI di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut dia, gereja terpanggil untuk menyuarakan sikap moral terhadap konflik yang berkembang dengan berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian.

PGI mengecam berbagai tindakan militer yang memperparah ketegangan global, termasuk operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, konflik yang melibatkan Pakistan dan Afghanistan, serta berbagai aksi balasan militer di kawasan tersebut.
Manuputty menegaskan bahwa gereja tidak berpihak pada kepentingan politik negara mana pun. Sikap PGI, kata dia, berfokus pada perlindungan terhadap warga sipil yang menjadi korban konflik bersenjata.
“Keberpihakan gereja adalah kepada warga sipil yang menderita, keluarga yang tercerai-berai, serta anak-anak yang hidup dalam ketakutan dan trauma akibat konflik,” ujarnya.
PGI juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret guna menghentikan kekerasan yang terus berlanjut.
Organisasi gereja tersebut mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pemerintah negara-negara yang terlibat, serta lembaga internasional untuk mengutamakan dialog dan mematuhi hukum humaniter internasional.
Selain itu, PGI mengajak umat Kristiani dan masyarakat luas untuk terus mendoakan perdamaian dunia serta menunjukkan solidaritas kepada para korban konflik.
“Di tengah situasi keamanan global yang semakin rapuh, kami mendoakan agar para pemimpin dunia dikaruniai hikmat untuk memilih jalan damai dan menghentikan setiap tindakan yang mengancam kehidupan manusia dan alam,” kata Manuputty.
Sebagai penutup pernyataan mereka, PGI menegaskan bahwa perdamaian global hanya dapat dicapai melalui komitmen bersama untuk menghentikan kekerasan serta mengedepankan dialog dan keadilan bagi semua pihak.