Tembagapura, — Kelompok bersenjata TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Tembagapura, Papua Tengah. Dalam siaran pers yang diterima Rabu, 11 Februari 2026, juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut aksi tersebut menewaskan satu prajurit dan melukai dua lainnya.
TPNPB juga mengklaim merampas dua senjata laras panjang beserta amunisi dari aparat yang diserang. Klaim tersebut disampaikan sebagai pernyataan sepihak organisasi dan belum diverifikasi secara independen oleh otoritas negara.
Dalam pernyataannya, TPNPB mendesak pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menutup operasi PT Freeport Indonesia. Kelompok ini menyebut keberadaan Freeport sebagai akar konflik berkepanjangan di Papua dan menyatakan akan melanjutkan serangan di sekitar area operasi tambang jika tuntutan tidak dipenuhi.

TPNPB juga menyerukan keterlibatan Amerika Serikat dan Belanda dalam penyelesaian konflik Papua, dengan merujuk pada sejarah pengelolaan Freeport sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia, TNI, maupun PT Freeport Indonesia terkait klaim dan tuntutan tersebut.