Tolikara, — Sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mengklaim telah mengeksekusi sejumlah orang yang disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia dalam operasi bersenjata di Distrik Gilubandu, Kabupaten Tolikara.
Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (27/3), menyebut penyerangan tersebut dilakukan terhadap satu kendaraan yang membawa tujuh orang yang diklaim sebagai agen intelijen.
“Dari tujuh orang tersebut, empat orang berhasil kami bunuh, sementara tiga lainnya meloloskan diri,” ujar Sebby Sambom.
Ia menyebut jasad korban hanyut di aliran Kali Toli. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
TPNPB juga mengaitkan operasi ini dengan aktivitas militer Indonesia di wilayah Tolikara yang disebutnya berada dalam zona konflik bersenjata. Mereka memperingatkan warga sipil, khususnya yang disebut sebagai “imigran Indonesia”, untuk tidak memasuki wilayah yang mereka klaim sebagai area operasi.
“Pembunuhan terhadap mereka adalah konsekuensi karena mengabaikan peringatan kami untuk tidak memasuki wilayah konflik,” kata Sebby.
Selain itu, TPNPB juga menyampaikan peringatan terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam dukungan terhadap operasi militer di wilayah tersebut, termasuk pejabat daerah.
Dalam pernyataannya, TPNPB menegaskan tidak akan berkompromi dengan pemerintah Indonesia maupun aktor-aktor yang dianggap terlibat dalam kepentingan politik nasional di Papua.
“Kami tidak akan berkompromi dengan pemerintah Indonesia. Perang ini akan terus berlanjut sampai kemerdekaan Papua diakui atau ada mediasi internasional,” ujar Sebby.
TPNPB juga menyerukan keterlibatan lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk memediasi konflik bersenjata yang berlangsung di Papua.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak TNI atau aparat keamanan terkait klaim tersebut. Situasi di wilayah Tolikara juga belum dapat dikonfirmasi secara langsung.