Sejumlah penumpang tujuan Nabire, Papua Tengah, mengaku tertahan selama dua hari di Bandara Pattimura Ambon tanpa kepastian keberangkatan. Mereka memprotes penanganan maskapai Batik Air yang dinilai lambat dan tidak memberikan kejelasan.
Ambon, — Sejumlah penumpang tujuan Nabire, Papua Tengah, memprotes pelayanan Batik Air di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Maluku, Rabu, 7 Oktober 2026. Mereka mengaku terkatung-katung selama dua hari tanpa kepastian keberangkatan lanjutan.
Suasana di area konter maskapai sempat memanas. Sejumlah penumpang terlibat adu mulut dengan petugas maskapai dan meluapkan kekecewaan mereka karena belum mendapatkan kepastian mengenai jadwal penerbangan.
Dalam video amatir yang diterima Titastory.id, para penumpang terlihat mendatangi area pelayanan maskapai. Mereka meminta pihak Batik Air memberikan penjelasan sekaligus bertanggung jawab atas kondisi yang mereka alami.
“Kami sudah dua hari di sini. Jangan anggap remeh penumpang,” teriak salah seorang perwakilan penumpang dalam video tersebut.
Aksi protes berlangsung di hadapan petugas keamanan dan staf maskapai yang berada di lokasi.
Penumpang Pertanyakan Kepastian
Para penumpang mengaku tidak hanya mempertanyakan kepastian jadwal penerbangan menuju Nabire. Mereka juga mempersoalkan penanganan selama menunggu keberangkatan.
Menurut mereka, informasi yang diberikan maskapai dinilai belum memberikan kepastian mengenai kapan perjalanan dapat dilanjutkan. Kondisi tersebut membuat para penumpang harus menunggu di bandara selama dua hari.
Mereka juga mempertanyakan fasilitas akomodasi yang diberikan selama masa tunggu.
Penumpang menilai situasi tersebut tidak semestinya berlangsung berlarut-larut, terutama karena sebagian dari mereka memiliki urusan penting di daerah tujuan.
Mereka meminta Batik Air memberikan penjelasan mengenai penyebab tertundanya keberangkatan serta memastikan hak penumpang selama masa tunggu.
Hingga berita ini disusun, bahan yang diterima titastory.id belum memuat penjelasan dari pihak Batik Air mengenai penyebab keterlambatan, jadwal penerbangan pengganti, maupun bentuk penanganan yang diberikan kepada para penumpang.
Penulis: Christin Pesiwarissa