Maluku Diselimuti Asap, 12 Titik Panas Dideteksi BMKG

by
05/10/2026
Citra Satelit, Gambaran Asap Wilayah Indonesia Pada 03 Oktober 2026, Foto: Ist

Ambon, — Sebanyak 12 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di wilayah Maluku pada 3 Oktober 2026. Pada saat bersamaan, asap menyelimuti sejumlah wilayah dan membuat jarak pandang di beberapa daerah turun hingga di bawah 5 kilometer.

Asap cukup tebal terlihat pada pagi hari di Kota Ambon, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, hingga Buru Selatan. Data BMKG menunjukkan titik panas terbanyak pada hari itu terdeteksi di Kabupaten Buru Selatan.

Kondisi tersebut merupakan perkembangan dari sebaran asap yang telah terpantau selama sepekan sebelumnya. Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon mencatat asap tipis hingga sedang menyelimuti langit Maluku dengan jarak pandang umumnya berkisar 5 hingga 9 kilometer.

Citra Satelit, Gambaran Sebaran Titik Panas di Wilayah Provinsi Maluku, 3 Oktober 2026 Foto: Ist

Jarak pandang kemudian menurun secara signifikan pada 3 Oktober ketika kondisi asap memburuk di sejumlah wilayah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Pattimura Ambon, Kamari, mengatakan sebaran asap yang masuk ke wilayah Maluku tidak seluruhnya berasal dari aktivitas kebakaran di wilayah Maluku.

Menurut Kamari, hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan arah angin bergerak dari timur hingga barat laut. Pantauan citra satelit Himawari-9 menunjukkan sebagian asap yang masuk ke Maluku berasal dari Papua. Sebagian lainnya berasal dari aktivitas lokal di Pulau Buru dan Pulau Seram.

“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan pergerakan angin, kami memprakirakan potensi asap dengan kategori sedang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Maluku dalam tiga hari ke depan,” ujar Kamari saat dikonfirmasi, Minggu, 4 Oktober 2026.

Wilayah yang diperkirakan masih berpotensi terdampak meliputi Kota Ambon, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Kota Tual, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, hingga wilayah utara Kepulauan Tanimbar.

Kelompok Rentan Diminta Waspada

Sebaran asap menjadi perhatian karena paparan udara berasap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

BMKG mengimbau anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan seperti asma dan ISPA untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap memburuk.

“Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, kami sangat menyarankan untuk mengenakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, dan menutup ventilasi atau jendela jika aroma atau kepekatan asap mulai terasa menyengat,” kata Kamari.

Selain kesehatan, penurunan jarak pandang menjadi perhatian bagi pengguna jalan, operator transportasi laut, maupun penerbangan.

BMKG meminta seluruh pengguna transportasi meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang kembali mengalami penurunan signifikan. Kondisi atmosfer dan jarak pandang perlu menjadi pertimbangan dalam aktivitas transportasi, terutama ketika asap semakin pekat.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kondisi asap melalui kanal resmi BMKG serta instansi terkait.

Potensi Kebakaran Masih Perlu Diwaspadai

Peringatan tersebut menjadi semakin penting karena sistem pemantauan BMKG pada 5 Oktober 2026 masih menunjukkan tingkat kemudahan terbakar bahan permukaan di Maluku berada pada kategori sedang hingga sangat mudah. Sejumlah indikator potensi penyebaran dan intensitas kebakaran juga berada pada kategori hingga sangat tinggi.

Kondisi itu menuntut kewaspadaan terhadap kemungkinan kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika titik panas masih terdeteksi dan potensi asap diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap kualitas udara.

Warga juga diimbau mengikuti perkembangan informasi resmi BMKG dan instansi terkait, terutama mengenai sebaran asap dan jarak pandang. Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan maupun menggunakan transportasi darat, laut, dan udara.

Penulis: Christin Pesiwarissa

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.


error: Content is protected !!