Luas Karhutla di Maluku Belum Terverifikasi, 90 Persen Diperkirakan Membakar Padang Rumput dan Semak

14/10/2026

Ambon, — Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Maluku hingga kini belum dapat dipastikan. Data sementara berdasarkan analisis citra satelit memperkirakan sekitar 90 persen area yang terbakar merupakan padang rumput dan semak belukar. Namun, angka tersebut masih membutuhkan verifikasi langsung di lapangan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadila, mengatakan perkiraan luasan kebakaran saat ini masih mengacu pada pemantauan citra satelit. Pengukuran lapangan diperlukan untuk memastikan luas area terdampak sekaligus memvalidasi sebaran kebakaran.

“Luasan kebakaran karhutla masih berdasarkan citra satelit, butuh verifikasi lapangan,” kata Haikal kepada Titastory.id, Selasa (13/10/2026).

Menurut Haikal, berdasarkan perkiraan sementara, sekitar 90 persen area yang terbakar berada di padang rumput dan semak belukar. Adapun sekitar 10 persen lainnya diperkirakan mencakup kawasan hutan sekunder dan kebun milik masyarakat.

Meski demikian, komposisi tersebut belum menjadi data final. Tanpa verifikasi lapangan, angka itu belum dapat menggambarkan secara pasti total luas lahan yang terbakar maupun sebaran vegetasi yang terdampak.

Haikal mengatakan, data resmi mengenai luas karhutla tersebut juga belum dirilis oleh Kementerian Kehutanan. Karena itu, penghitungan secara menyeluruh masih menunggu pemutakhiran dan verifikasi data dari pihak terkait.

Verifikasi Menentukan Tingkat Kerusakan

Pendataan luas karhutla tidak hanya berkaitan dengan angka luasan, tetapi juga dengan karakteristik vegetasi yang terdampak. Kebakaran di padang rumput dan semak belukar memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan kebakaran yang menjalar ke kawasan hutan sekunder atau kebun milik masyarakat.

Perbedaan tersebut penting dalam memetakan tingkat kerusakan vegetasi dan menentukan wilayah yang perlu diprioritaskan dalam penanganan. Data yang akurat juga dibutuhkan untuk mengevaluasi upaya pencegahan serta pengendalian karhutla di Maluku.

Karena itu, hasil analisis citra satelit perlu dipastikan melalui pemeriksaan lapangan agar data yang digunakan tidak hanya menunjukkan indikasi luasan kebakaran, tetapi juga mencerminkan kondisi faktual wilayah terdampak.

Di tengah kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Maluku, kepastian data menjadi bagian penting dalam menentukan skala dampak dan kebutuhan penanganan. Selama proses verifikasi belum selesai, angka luasan dan persentase jenis vegetasi yang terbakar masih perlu diperlakukan sebagai perkiraan, bukan data final.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.