Lansia 79 Tahun yang Hilang di Hutan Larike Ditemukan Selamat

by
26/02/2026
Caption: Tim SAR Dibantu warga yang menyusuri hutan dan sungai untuk melakukan pencarian warga Negeri Larike, Maluku Tengah, Maluku, Foto: Ist

Ambon, — Operasi pencarian terhadap seorang lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, berakhir dengan kabar baik. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan selamat pada Rabu sore, 25 Februari 2026.

Korban bernama Muhammad Taher Elang (79), warga Desa Larike, sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu pagi, 22 Februari 2026, setelah berpamitan pergi ke kebun sekitar pukul 07.00 WIT. Hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah, sehingga keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Laporan resmi kemudian disampaikan ke Kantor SAR Ambon pada Selasa pagi, 24 Februari 2026, sekitar pukul 05.45 WIT oleh anggota Polsek Leihitu Barat, Aipda Alfius Mauwa. Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian.

Caption: Tertidur pulas, kondisi korban hilang di Hutan Larike pasca evakuasi oleh Tim SAR dan warga, Foto: Ist

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Ambon, Andry Azwan Henaulu, mengatakan korban berhasil ditemukan pada pukul 14.50 WIT, sekitar 3 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang. Titik penemuan berada pada koordinat 3° 44′ 33.22″ S – 127° 56′ 14.92″ E.

“Alhamdulillah, korban ditemukan dalam keadaan selamat. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Andry dalam keterangan tertulis.

Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR memperluas area penyisiran menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Operasi dilakukan dengan metode penyisiran darat menyusuri jalur kebun dan area hutan sekitar, serta pemantauan udara menggunakan drone termal.

Menurut Andry, penggunaan drone thermal sangat membantu proses pencarian, terutama karena kondisi cuaca saat operasi berlangsung diguyur hujan ringan disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 22 knot. Topografi wilayah yang berupa hutan dan perbukitan juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencari.

Operasi SAR melibatkan personel Basarnas Ambon, Polsek Leihitu Barat, aparat desa, serta masyarakat setempat. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi ditutup pada Rabu sore.

Keluarga korban menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tim SAR dan warga yang terlibat dalam pencarian. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga lanjut usia yang beraktivitas di kawasan hutan atau kebun dengan jarak cukup jauh dari permukiman.

Penulis: Christin Pesiwarissa
error: Content is protected !!