Seram Bagian Barat, — Insiden di kawasan Lisabata-Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, berujung pada terbakarnya puluhan rumah warga dan sejumlah bangunan. Peristiwa tersebut menyisakan duka sekaligus ketegangan di tengah masyarakat.
Di tengah rangkaian kejadian itu, muncul kesaksian dari warga Patahuwe yang menyebut mereka sebelumnya ikut membantu memadamkan api di kawasan kebun sebelum kemudian sejumlah rumah di wilayah Patahuwe terbakar.
Kesaksian tersebut disampaikan Lidya Lily Upuy melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (12/9/2026).
Dalam unggahannya, Lidya membantah anggapan bahwa warga Patahuwe datang ke wilayah Lisabata untuk membakar kebun milik warga.
Ia menyebut warga Patahuwe justru ikut membantu memadamkan api yang membakar kawasan kebun.
Lidya juga membagikan foto yang disebut memperlihatkan sejumlah warga Patahuwe bersama-sama berupaya memadamkan kebakaran di kawasan kebun.
“Katong orang Patahuwe seng gila par pi bakar kamorang pung kabong,” tulis Lidya dalam unggahannya.
Menurut Lidya, setelah warga Patahuwe membantu memadamkan kebakaran di kawasan kebun, situasi kemudian berkembang menjadi penyerangan dan pembakaran di wilayah Patahuwe.

Ia menyebut sejumlah rumah warga di dalam negeri, termasuk bangunan milik jemaat, turut terbakar.
Kesaksian tersebut muncul ketika situasi antara warga Lisabata dan Patahuwe masih menjadi perhatian aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Unggahan Lidya kemudian mendapat berbagai tanggapan dari pengguna media sosial. Sebagian menyampaikan keprihatinan dan mengimbau agar ketegangan tidak semakin meluas. Namun, terdapat pula komentar bernada emosional yang menyerukan pembalasan.
Komentar di media sosial tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan pelaku maupun motif pembakaran. Identitas pelaku dan penyebab pasti terjadinya pembakaran masih harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

27 Rumah Terbakar
Sebelumnya, Polda Maluku melaporkan 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor terbakar dalam insiden Lisabata-Patahuwe. Selain kerusakan bangunan dan kendaraan, empat warga dilaporkan mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin.
Data tersebut merupakan laporan awal kepolisian dan masih perlu dipastikan melalui pendataan serta penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, kesaksian Lidya mengenai keterlibatan warga Patahuwe dalam membantu memadamkan api merupakan keterangan yang disampaikan melalui media sosial.
Keterangan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak-pihak lain yang berada di lokasi kejadian maupun bukti pendukung lainnya.
Nilai kerugian material akibat insiden tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah dan aparat terkait masih melakukan pendataan terhadap rumah, bangunan serta kendaraan yang terdampak.
Rangkaian peristiwa sebelumnya disebut bermula dari kebakaran lahan atau kebun yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman dan ketegangan antara warga Lisabata dan Patahuwe.
Namun, kronologi lengkap mengenai bagaimana kebakaran di kawasan kebun berkembang menjadi pembakaran rumah warga masih perlu didalami.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penetapan pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran maupun kepastian mengenai motif di balik kejadian tersebut.
Aparat keamanan masih melakukan penanganan untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah ketegangan meluas.