Kebakaran di Bumi Perkemahan Tawiri, Akses Pemadam Terputus, Warga Cemas Api Mendekati Permukiman

by
28/10/2026
Peristiwa Kebakaran, Foto: Titastory.id/ Christin Pesiwarissa

Ambon, — Api membakar kawasan perbukitan Bumi Perkemahan (Buper) LouHeru, Dusun Hila Tanah Putih, Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (27/10/2026). Vegetasi yang mengering selama musim kemarau diduga mempercepat penjalaran api, sementara akses jalan yang terputus menghambat armada pemadam kebakaran menjangkau titik utama kebakaran.

Ketua RW 06 Hila Tanah Putih, Peter Lalopua, menerima kabar kebakaran sekitar pukul 16.00 WIT ketika masih berada di tempat kerja. Istrinya menelepon dan memberitahukan bahwa api muncul di sekitar kawasan perkemahan yang berbatasan dengan permukiman warga.

“Beta sementara di tempat kerja. Istri telepon, dia bilang ada kebakaran di Tanah Putih, dekat permukiman warga. Waktu itu sekitar jam empat sore,” kata Peter kepada Titastory.id di lokasi kejadian.

Potret Kebakaran, Foto: Titastory.id/ Christin Pesiwarissa

Peter kemudian bergegas menuju lokasi. Namun, ia sempat diminta menyelesaikan urusan kedinasan sebelum akhirnya diizinkan meninggalkan tempat kerja.

Saat tiba di kawasan tersebut, api telah membakar vegetasi di perbukitan. Menurut Peter, kobaran membesar pada malam hari, terutama sekitar pukul 19.00 hingga 20.30 WIT. Tiupan angin menambah kekhawatiran warga karena api berada tidak jauh dari permukiman.

 

Akses jalan menghambat pemadaman

Upaya menjangkau titik kebakaran menghadapi kendala karena tidak tersedia akses jalan yang memadai menuju kawasan perbukitan. Menurut Peter, armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon hanya dapat mencapai area sekitar batas Rumah Potong Hewan (RPH).

“Pemadam juga seng bisa akses, seng ada jangkauan ke sana karena seng ada akses jalan. Jalan putus, terakhir cuma bisa di batas RPH situ saja,” ujarnya.

Keterbatasan akses membuat armada pemadam tidak dapat menjangkau titik utama kebakaran secara langsung. Sementara itu, warga mencemaskan kemungkinan api meluas menuju rumah-rumah di sekitar kawasan tersebut.

Jarak kebakaran dengan permukiman dan arah angin menjadi perhatian warga yang tetap bersiaga di sekitar lereng. Namun, belum ada keterangan mengenai luas lahan yang terbakar, jumlah personel yang dikerahkan, ataupun tingkat kerusakan akibat kejadian tersebut.

 

Vegetasi mengering selama kemarau

Peter mengatakan, sekitar sepekan sebelum kebakaran, ia sempat memantau kawasan Bumi Perkemahan LouHeru. Saat itu, sebagian besar rumput di lokasi tersebut sudah mengering dan berubah warna menjadi cokelat.

“Kemarin itu beta sempat pantau ke atas. Memang daerah itu daerah Bumi Perkemahan, kering semua. Pokoknya rumput kering, cokelat semua, seng ada yang hijau,” katanya.

Vegetasi kering dapat menjadi bahan bakar yang memudahkan api menjalar. Meski demikian, penyebab awal kebakaran di Bumi Perkemahan LouHeru belum dapat dipastikan.

Peter menduga kebakaran mungkin dipicu kelalaian manusia. Namun, dugaan tersebut belum terkonfirmasi dan masih memerlukan penyelidikan untuk memastikan sumber api.

Kebakaran di kawasan perbukitan Tawiri ini menimbulkan kekhawatiran warga karena titik api sulit dijangkau kendaraan pemadam, sementara permukiman berada tidak jauh dari area terdampak.

Penulis: Christin Pesiwarissa

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.